JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko mendukung keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menghentikan proyek baru untuk sementara waktu. Langkah tersebut dinilai tepat dan strategis.
Miko, sapaan akrab Sudjatmiko mengatakan, proyek besar memang harus betul-betul mempertimbangkan kesiapan anggaran negara.
“Dalam kondisi saat ini, pemerintah dituntut menghitung secara cermat kesediaan anggaran,” kata Miko kepada para wartawan, Kamis (19/12/2024).
Jika anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tidak mungkin menyokong proyek besar, lanjut Miko, maka proyek baru harus dihentikan untuk sementara.
“Maka, kami katakan bahwa langkah Presiden Prabowo sudah tepat jika menghentikan proyek besar untuk sementara waktu,” ungkap Miko.
Legislator asal Dapil Jabar VI itu mengatakan, jika anggaran negara tidak mendukung, kemudian pemerintah memaksakan untuk melaksanakan proyek besar, maka hal itu akan sangat menyulitkan dan akan mengganggu program prioritas lainnya.
Apalagi, lanjut politisi asal Bekasi itu, Presiden Prabowo memiliki program prioritas yang harus dijalankan sesuai janji kampanyenya pada Pemilu 2024, yaitu Program Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan anggaran sangat besar.
“Pada 2025 saja, pemerintah harus menyiapkan anggaran Rp71 triliun untuk melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis. Saat ini, pemerintah masih terus mematangkan pelaksanaan program tersebut,” ucap Miko.
“Makan Bergizi Gratis menjadi program andalan Pak Prabowo, yang menurut saya harus dilaksanakan dengan baik,” sambung Miko.
Untuk itu, kata Miko, pihaknya mendukung langkah Presiden Prabowo yang akan menghentikan proyek baru untuk sementara waktu.
“Ini hanya untuk proyek besar yang baru. Kalau proyek yang sudah kontrak dan sudah jalan, ya dilanjutkan,” tegas Miko.
Sebab, tambah Miko, proyek infrastruktur sangat banyak menyerap tenaga kerja atau padat karya, dan sangat membantu perputaran ekonomi dari hulu sampai hilir.
“Proyek Infrastruktur yang dibangun juga harus menunjang ketahanan pangan,” pungkas Miko.
Sebelumnya, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Pemangku Kepentingan Sony Sulaksono Wibowo menyebut, Presiden Prabowo memerintahkan untuk menghentikan sejumlah proyek besar, salah satu proyek jalan tol baru.
Pembangunan jalan tol yang akan ditahan adalah proyek yang belum dimulai. Sedangkan proyek yang sudah konstruksi hingga melakukan studi kelayakan akan tetap dilanjutkan.
Salah satu pembangunan jalan tol baru yang tertahan sementara adalah Tol Puncak dan ruas tol Kulon Progo-Cilacap. Belum bisa dipastikan sampai kapan proyek tol tersebut tertahan. Proyek jalan tol bisa saja berjalan jika sudah diperintahkan Prabowo.
Proyek bisa juga berjalan jika memang ada investor yang berminat untuk menggarapnya. Sementara itu, proyek-proyek yang dalam tahap lelang seperti Tol Gilimanuk-Mengwi dan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) dipastikan tetap jalan. (Daniel)