Asian Games Sarana Pemersatu Bangsa

OPINI

Olahraga merupakan sarana yang multiguna. Dengan olahraga badan bisa lebih sehat, menciptakan lapangan kerja, menyuguhkan hiburan, mengharumkan nama bangsa, bahkan menjadi sarana pemersatu bangsa.

Pesta olah raga Asia atau yang lebih dikenal dengan Asian Games pada tahun 2018 ini diadakan di Indonesia, Asian Games 2018 menjadi pembuktian bagi negara-negara kawasan Asia siapa yang terhebat dalam cabang olahraga setelah pembinaan selama empat tahun di negara masing-masing.

Asian Games 2018 yang secara resmi akan digelar pada tanggal 18 Agustus – 2 September 2018, di dua kota yaitu Jakarta dan Palembang menjadi moment bersejarah tidak hanya bagi negara kawasan Asia saja namun bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Bersejarah bagi negara di kawasan Asia sebab Asian Games 2018 diperkirakan menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah diadakannya Asian Games, jumlah atlet dan ofisial peserta Asian Games 2018 sebanyak 16 ribu orang.

Asian Games yang selama dua kali berturut – turut diadakan di negara-negara yang memiliki empat musin Guangzhou China 2010 dan Incheon Korea Selatan 2014, Asian Games kali ini juga terbanyak cabang olah raga yang dipertandingkan, dengan 465 nomor pertandingan namun Jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan 40 cabang terbanyak masih Asian Games Guangzhou, China 2010 sebanyak 42 cabang olahraga.

Bersejarah bagi bangsa Indonesia sebab Asian Games 2018 tepat diadakan pada bulan Agustus, sehari setelah upacara Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-73 tahun, Asian Games 2018 menjadi kado terindah dan sekaligus secara tidak langsung dirayakan oleh peserta dari 45 negara.

Ada yang unik Asian Games yang diselanggarakan di Indonesia, Asian Games kali ini diadakan pada tahun 2018, dibuka pada tanggal 18 Agustus, serta Asian Games kali ini ke-18. Asian Games 2018 menjadi pembuktian bagi atlet untuk Indonesia selama 56 tahun, Indonesia pernah menduduki posisi kedua dalam Asian Games 1962 di Jakarta dengan perolehan mendali emas 11, 12 perak dan 28 perunggu, jumlah total 51 mendali, yang diikuti oleh 17 negara peserta. Namun setelah itu posisi Indonesia jauh merosot ke peringkat 17 dari jumlah peserta 45 negara pada Asian Games 2014 diIncheon, Korea Selatan.

Asian Games 2018 tidak hanya menjadi pembuktian para atlet dalam bidang olah raga namun lebih dari itu menjadi pembuktian bagi kemajemukan dimiliki bangsa Indonesia mulai dari Suku, Agama dan Ras. Mereka yang selama ini mendengar Indonesia hanya dari informasi melalui berita elektronik, koran dana para buzzer menjadi jelas setelah menyaksikan sendiri kehidupan masyarakat Indonesia yang aman, tenteram, damai dan saling menghargai satu sama lain tanpa melihat status sosial, suku, agama dan ras.

Keragaman bangsa Indonesia disatukan dalam idiologi Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda beda namun tetap satu Indonesia. Bhineka Tunggal Ika menjadi alat pemersatu yang ampuh di tengah kemajemukan bangsa-bangsa di Dunia kawasan Asia dan mereka menyaksikan sendiri bagaimana masyarakat Indonesia mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari tanpa ada alasan untuk perpecahan dalam banyak perbedaan, semua mampu menghormati.

Bhineka Tunggal Ika menjadi contoh nyata bukan sekadar slogan yang hanya dipelajari dari teks dan tersimpan dalam pembahasan formal dalam lingkungan pendidikan. Namun dibuktikan dengan terselenggaranya Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang tentu menjadi pertimbangan pihak Panitia PenyelenggaraAsian Games 2018 (Inasgoc) menjamin bahwa Indonesia menjadi tempat aman untuk menyelenggarakan pesta olahraga kawasan Asia disamping itu Negara peserta sebanyak 45 negara percaya bahwa Indonesia mampu.

Kedatangan atlet dan ofisial peserta Asian Games 2018 sebanyak 16 ribu orang dari 45 negara tidak bisa dipandang sebelah mata, mereka mampu menjadi agen penularan Bhineka Tunggal Ika ke negara masing-masing setelah mereka kembali, diharapkan ke negara masing-masing akan bercerita bahwa Indonesia mampu mempersatukan masyarakatnya hidup di tengah kemajemukan tanpa mempersoalkan perbedaan dengan satu semboyan Bhineka tunggal Ika.

Sebab, negara di kawasan Asia tidak mudah menyatukan perbedaan masyarakatnya yang komplek, misal dari 45 negara peserta Asian Games 2018 seperti Afghanistan, Iran, Iraq, Pakistan, Palestina, Korea Utara, Korea Selatan, masih adanya konflik peperangan antar suku, permasalahan mensejahterakan masyarakatnya seperti negara berkembang Bangladesh, Bhutan, Sri Lanka, Maladewa, Timor Leste. Negara maju seperti China, Taipei, Hong Kong, Japan, Jordan, Qatar, Arab Saudi, Singapura, Uni Emirat Arab tidak memiliki persoalan yang berarti sebab mereka tidak dihadapkan pada kemajemukan persoalan sara.

Diharapkan dengan terselenggaranya Asian Games 2018, Bhineka Tunggal Ika menjadi virus perdamaian dan persatuan negara di kawasan Asia sehingga Indonesia akan menjadi kiblat perdamaian dunia, Negara di dunia khususnya kawasan Asia akan meniru bila ingin berhasil menyatukan masyarakatnya yang majemuk belajarlah dari Indonesia dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda beda namun tetap satu Indonesia.

Penyelenggaraan Asian Game yang bertepatan pada bulan Agustus, sebagai Hari Ulang Tahun Republik Indonesia semoga menjadi tambahan motivasi bagi para atlet yang berlaga sebagai wakil bangsa. Kesuksesan tidak hanya diukur perolehan medali sebanyak-banyaknya tapi juga kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah.

Untuk itu walaupun di tahun politik yang panas dan rentan terjadinya perselisihan, semoga Asian Games bisa menjadi alat dan sarana pemersatu bangsa. Dunia bisa melihat dan meyakini bahwa bangsa Indonesia walaupun majemuk tapi bisa bersatu yang mewujudkan perdamaian dan prestasi.

Opini: Nono Yarno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *