Ma’ruf Amin: Beri Jokowi Kesempatan Lagi, 2024 Tinggal Landas

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Bakal calon wakil presiden Ma’ruf Amin hari ini menyampaikan pidato di hadapan 575 calon anggota legislatif dari Partai Nasional Demokrat untuk meyakinkan partai besutan Surya Paloh itu agar memenangi pertarungan pilpres 2019.

Dalam kesempatan itu, Ma’ruf menjelaskan tentang program ekonomi kerakyatan yang akan dikerjakan bersama Joko Widodo, apabila dipercaya oleh rakyat pada periode mendatang.

Ma’ruf menyatakan, Jokowi pada periode pertama sudah berusaha membangun fondasi untuk memperkuat ekonomi Indonesia melalui pembangunan infrastruktur di daerah-daerah. Menurut Ma’ruf, apa yang dilakukan oleh Jokowi pada empat tahun bekerja sebagai Presiden Republik Indonesia sudah tepat.

Hanya saja ia mengakui bahwa satu periode untuk membangun fondasi ekonomi Indonesia tidak-lah cukup. Untuk itu, lanjutnya, diperlukan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia guna kembali memilih Jokowi pada pilpres mendatang.

Ia menjelaskan, tahun pertama bekerja, Presiden Jokowi fokus pada orientasi jalannya roda pemerintahan. Pada tahun kedua, Jokowi baru bisa menjalankan program pembangunan, tahun ketiga melakukan pembangunan, tahun keempat masih membangun infrastruktur, dan memasuki tahun kelima sudah masuk pada persiapan pemilu presiden.

“Jadi praktis tiga tahun melakukan kerja-kerja pembangunan. Oleh karena itu, maka seharusnya beliau diberi kesempatan lagi, sehingga beliau 8 tahun ke depan dapat menyiapkan runaway (landasan) yang kuat, sehingga 2024 tinggal landas dan dilanjutkan pemimpin muda generasi milenial,” kata Ma’ruf Amin dalam acara “Orientasi Calon Anggota Legislatif” Partai Nasdem di Hotel Mercure, Ancol, Minggu 2 September 2018.

Tidak hanya itu, kata Ma’ruf, bangsa Indonesia akhir-akhir ini telah disibukkan dengan konflik ideologi sesama anak bangsa. Ma’ruf menyatakan, tugas kedua jika dirinya terpilih menjadi wakil presiden mendampingi Jokowi periode mendatang, dia akan membangun pemahaman tentang kebangsaan atau nation building kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Saya ingin membantu agar negara ini tidak lagi disibukkan dalam konflik ideologis. Oleh karena itu kita harus memantapkan, tidak boleh ada lagi konflik ideologi. Bangsa ini harus utuh satu. Bangsa ini dibangun dalam landasan kuat yang tidak boleh lagi dipersoalkan. Satu Pancasila, UUD 1945 kesepakatan nasional,” tuturnya.

“Atas dua landasan kuat ini lahirlah NKRI. Maka dari itu NKRI dibangun kesepakatan dan sudah final tidak boleh lagi diperdebatkan,” kata Rais Aam PBNU itu. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *