1.150 Barang Dibatasi Masuk RI, Potensi Impor Berkurang US$20 Miliar

EKBIS HEADLINE

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Defisit transaksi berjalan yang saat ini sedang dihadapi perekonomian nasional, membutuhkan peningkatan kinerja ekspor sebagai upaya mengimbangi tingginya angka impor.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan menjelaskan, saat ini pemerintah juga tengah menggenjot sejumlah hal, guna memastikan bahwa proses pengambilan keputusan tim ekonomi di kabinet bisa berjalan dengan efektif dan efisien.

“Dengan kelapa sawit biodiesel (B20) kita mengurangi impor crude palm oil atau solar. Itu juga akan membuat ekonomi kita tambah bagus,” kata Luhut di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 6 September 2018.

Selain itu, Luhut memastikan bahwa efisiensi pengurangan impor akan dilakukan pemerintah dengan terus menaikkan tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN, yang menurutnya bisa menghasilkan penghematan hingga US$2 miliar.

“Tetapi impor ini tidak bisa cepat-cepat ditutup karena bisa menimbulkan perlambatan ekonomi juga. Kita harus melakukannya secara bertahap dan secara jernih melihat apa yang harus segera dilakukan,” kata Luhut.

Selain itu, pemerintah telah mendaftar 1.150 item barang impor yang dinilai tidak perlu, dengan nilai hampir mencapai US$20 miliar.

“Masa kita impor ikan? Masa kita impor kopi? Hal-hal yang enggak perlu terjadi impor bisa kita produksi sendiri. Nah itu kita ingin ‘taking out’ dan gunakan produk dalam negeri sehingga current account deficit kita nanti bisa membaik,” kata Luhut.

“Kemudian, pemerintah juga akan terus menggenjot dan mendorong sektor pariwisata, serta mengintegrasikan seluruh industri sehingga juga bisa efektif membantu mengurangi impor,” ujarnya. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *