Kasus Tabrak Lari di Mangga Besar, Ini Kata Polisi

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan ada sejumlah progres peyelidikan dan penyidikan kasus tabrak lari dan penyalahgunaan narkoba di Mangga Besar.

“Info dari kapolsek untik kasus dimaksud ada empat rangkaian kejadian. Pertama untuk kasus tabrak lari, korban sudah berdamai dengan pelaku,” katanya, Jumat (7/9/2018).

Selain itu, pelaku Frangky juga diketahui positif narkoba. Namun karena barang bukti yang kurang menunjang, untuk itu pelaku dilakukan assesment.

“Untuk kasua narkoba, alat bukti kurang, pelaku diserahkan ke BNN DKI Jakarta untuk diassessment,” bebernya.

Dalam rangkaian kejadian ini, pelaku juga sempat disebut melakukan pengerusakan saat berusaha menerobos separator buaway.

“Untuk pengrusakan atau nabrak separator bus way, hingga kini belum ada pelapor, pelaku overmacht, belum ditetapkan tersangka dan masih pendalaman,” ujarnya.

Dalam perustiwa ini, polisi juga melakukan penyelidikan kasus pengeroyokan yang dilakukan massa terhadap pelaku Frangky. Ada 5 tersangka yang sudah ditetapkan polisi.

“Terakhir untuk kasus pengeroyokan, 5 warga jadi tersangka tetapi tidak ditahan kemudian di SP3 karena korban mencabut laporan,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Penyidik Polsek Taman Sari tidak akan melanjutkan kasus tabrak lari yang melibatkan pengemudi Nissan Grand Livina, Frangky, beberapa waktu lalu usai keluarga korban menerima ajakan berdamai. Pelaku tidak akan ditahan atas kasus tersebut.

Kapolsek Metro Taman Sari AKBP Ruly Indra mengatakan, keluraga korban menerima ajakan berdamai dari pelaku lantaran korban hanya mengalami luka ringan. Sehingga kasus tidak akan dilanjutkan.

“Dari hasi pemeriksaan keluarga korban tidak melanjutkan permasalahan (kecelakaan tersebut),” kata Ruly, Selasa (4/9).

Begitu pula dalam kasus narkoba yang menimpanya. Polisi tak menetapkan Frangky sebagai tersangka karena tidak ada barang bukti saat penangkapan. Saat melakukan penggeledahan tidak ditemukan barang bukti, baik di kantor maupun rumah pelaku.

Polisi hanya mendapati alat isap sabu atau bong. Serta hasil tes urine pelaku positif menggunakan sabu. Alhasil Frangky hanya akan direhabilitasi dalam kasus ini.

Alih-alih Frangky yang bermasalah dengan hukum, justru pengeroyok dan perusak mobil Frangkylah yang justru berurusan dengan polisi. Mereka diciduk atas kasus pengeroyokan dan perusakan.

Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini yakni SS, WT, AA, SD, dan FA. Kelimanya dikenakan Pasal 170 KUHP tentang Tindakan Kekerasan Terhadap Orang dan Barang di Muka Umum dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara.

Diketahui, Frangky menabrak seorang pengendara sepeda motor di Jalan Hayam Wuruk sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis (30/8). Namun yang bersangkutan tidak bertanggung jawab dan berusaha kabur.

Saat itu Franky mengendari mobil di bawah pengaruh narkoba. Setelah diusut, ternyata yang bersangkutan memakai sabu di dalam mobilnya saat berada di tempat parkir di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *