Anies Apresiasi Desian Transport Hub Berorientasi Transit Dukuh Atas

HEADLINE MEGAPOLITAN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta berupaya menghadirkan moda transportasi publik yang terintegrasi dan melakukan pembangunan Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas di bekas Pasar Blora, Jakarta Pusat. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta menyelenggarakan Sayembara Gagasan Desain Transport Hub, guna menghasilkan inovasi desain tatanan kota dengan pendekatan bangunan gedung hijau (green building) dan kota untuk masyarakat (cities for people).

Dalam malam Penganugerahan Karya Sayembara Gagasan Desain Transport Hub di Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan apresiasinya dan menyambut sangat baik kinerja PT MRT Jakarta sebagai pengelola kawasan ini yang telah melakukan pelibatan publik dalam rangka menata kota. Kawasan ini dirancang menjadi ikon internasional Jakarta untuk menandai perubahan pergerakan manusia Jakarta dengan adanya MRT Jakarta dan Gedung Transport Hub.

“Apresiasi untuk semua yang sudah berkerja di balik para perancang, termasuk para dewan jurinya yang telah bekerja luar biasa. Dari 51 (peserta gagasan desain), akhirnya kita memiliki tiga (pemenang) yang dianggap paling pas untuk (desain) Gedung Transport Hub Jakarta. Ujungnya kesadaran untuk membangun dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan. InsyaAllah, ini menorehkan babak baru dalam sejarah transportasi yang berorientasi (publik) di Jakarta,” ujarnya di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Kamis (27/9).

Kegiatan Sayembara Gagasan Desain Transport Hub ini sendiri merupakan rangkaian kegiatan yang hadir sebagai tindak lanjut dari Pencanangan Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas, Jakarta Pusat, serta Peluncuran Publik pada 29 Maret 2018 lalu di lahan bekas Pasar Blora yang secara resmi dilakukan oleh Gubernur Anies bersama dengan PT MRT Jakarta dan para pemangku kepentingan.

Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas ini merupakan Kawasan Berorientasi Transit pertama di DKI Jakarta. Kawasan ini menggabungkan berbagai moda transportasi publik seperti MRT Jakarta Fase Pertama Jalur Selatan – Utara (Lebak Bulus sampai Dukuh Atas), LRT Jakarta, Commuter Line, Transjakarta, serta transportasi umum lainnya.

“Ini yang pertama. Jadi, kita sedang melakukan sebuah langkah yang punya dampak histori. Karena itu, saya mengajak kepada semuanya terutama MRT, mari kita tempatkan peristiwa pembangunan MRT dan pembangunan kawasan ini (sebagai) bagian dari pengembangan budaya Indonesia. Kita punya tanggung jawab untuk merancang agar ini punya efek yang positif bagi pengembangan kebudayaan Indonesia,” tandas Gubernur Anies.

Diharapkan, di dalam Kawasan Berorientasi Transit ini, dapat memberikan kontribusi terhadap beberapa aspek penting, yaitu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi; meminimalisir dampak kemacetan jalan dan polusi udara; memuliakan para pejalan kaki dan kaum difabel; mengondisikan gaya hidup yang sehat dan aktif; meningkatkan akses kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi baru; menciptakan nilai tambah melalui peningkatan nilai properti; serta menambah pilihan moda pergerakan kawasan perkotaan.

Untuk itu, PT MRT Jakarta terus berkoordinasi dengan SKPD Pemprov DKI Jakarta dan pemangku kepentingan terkait demi mewujudkan Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas yang memberikan perhatian kepada hadirnya ruang publik yang lebih banyak (third space) serta kepentingan perumahan masyarakat menengah ke bawah.

Sementara itu, Dirut PT MRT Jakarta William P. Sabandar menjelaskan, Sayembara Gagasan Desain Transport Hub di Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas ini menggandeng Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta. Pelaksanaan kegiatan Sayembara Desain Transport Hub di Kawasan Berorientasi Dukuh Atas secara resmi dibuka pada tanggal 1 Mei 2018. Di dalam prosesnya, publik menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk berpartipasi di dalam kegiatan ini. Hingga akhir masa pendaftaran, PT MRT Jakarta menerima 57 karya yang tidak hanya berasal dari Jakarta, melainkan juga kota besar lainnya.

Adapun tahapan sayembara sebagai berikut:
• 57 karya melalui tahap seleksi administrasi dan menyisakan sebanyak 51 karya untuk selanjutnya diikutsertakan ke dalam Penilaian Tahap I.
• Di dalam Penilaian Tahap I, ke-51 karya diseleksi hingga terpilih 24 karya yang telah memenuhi aspek teknis yang telah ditentukan.
• Ke-24 karya tersebut kemudian harus menjalani Penilaian Tahap II hingga akhirnya menghasilkan enam (6) nominasi karya terbaik.
• Keenam nominasi karya terbaik dari kegiatan Sayembara Gagasan Transport Hub di Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas telah melalui serangkaian penilaian panjang hingga kemudian menghasilkan tiga (3) nominasi karya teratas.

Adapun nominasi karya teratas Sayembara Gagasan Desain Transport Hub di Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas, yakni:
1. Juara Pertama: Peserta Nomor Urut 053, dengan karya bertema “Regreeneration Jakarta”. Tim diketuai oleh Risa Prominda dengan anggota di antaranya Steven Widyatmadja, Janitra Satriani, dan Arry Abdulrachman. Tim memperoleh tropi penghargaan dan uang senilai 100.000.000 rupiah (seratus juta rupiah);
2. Juara Kedua: Peserta Nomor Urut 009, bertema “Taman Transit”. Tim diketuai oleh Muhammad Thamrin dari IAI, sementara para anggotanya adalah Arif R. Hidayat, Darmawan Winaga, Khosyiatillah Hakim, dan De Gayantina Thamrin. Memperoleh tropi penghargaan dan uang senilai 45.000.000 rupiah (empat puluh lima juta rupiah);
3. Juara Ketiga: Peserta Nomor Urut 062, dengan karya bertema “The Urban Acupuncture”. Tim diketuai oleh Kurniadi Herawan; para anggotannya adalah David W. Sampurna, Suryanaga Tantora, Achmad N. Maulana, dan M. Choirul Huda. Tim memperoleh tropi penghargaan dan uang senilai 25.000.000 rupiah (dua puluh lima juta rupiah).

Desain para peserta dan pemenang tersebut bermanfaat untuk mempercepat pembangunan Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas, serta merupakan wujud keterlibatan warga kota dalam menyumbangkan pikiran/ide untuk kemajuan dan citra Kota Jakarta sebagai area perkotaan yang dirancang mempermudah setiap aktivitas warganya. Sehingga, mega city Jakarta sejajar dengan kota-kota besar lain di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *