Amerika Ikut Bantu Investigasi Penyebab Kecelakaan Lion Air

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengatakan pihak National Transportasion Safety Board (NTSB) Amerika ikut membantu investigasi penyebab kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.

Pasalnya, Amerika adalah negara pembuat Boeing 737 Max 8 yang merupakan jenis pesawat JT-610. Tapi, dia memastikan tak ada intervensi dari mereka terkait penyebab kecelakaan.

“Jadi posisi KNKT Amerika Serikat itu sesuai dengan regulasi negara pembuat, itu harus wajib membantu negara penginvestigasi dimana kecelakaan terjadi untuk mengungkap permasalahan yang ada di kecelakaan tersebut. Dan negara pembuat juga otoritas yang melajukan approval pesawat tersebut seperti Dirjen Udara itu juga datang ke sini bersama dengan Boeing dan pabrik mesin apakah ada kaitannya dengan mesin mereka. smsiap untuk kita tanya-tanya,” kata dia di kantornya, Jumat 2 November 2018.

Kalau masih kurang, tak menutup kemungkinan pihak KNKT akan ke negara asal untuk berkoordinasi dengan ahli di sana yang membuat pesawat guna mengungkap penyebab kecelakaan. Maka dari itu, ia menjelaskan untuk mengungkap penyeban kecelakaam tidaklah semudah yang dibayangkan yakni dengan hanya membaca black box berisi FDR dan CVR.

“Kadang kita butuh procobaan untuk mengetahui sistem saat ini kita juga coba simulatornya di sana kalau begini reaksinya bagaimana,” ujarnya.

Sementara itu, Investigator Kecelakaan Penerbangan KNKT, Ony Soerjo Wibowo menambahkan meski ikut membantu, tapi ia menyebut dalam membaca FDR atau CVR hal itu hanya akan dilakukan pihak KNKT saja. Sebab, pihaknya punya alat untuk membacanya.

“Kita punya lab sejak 2009, sehingga proses pembacaan dan pembongkaran di Indonesia. Kita punya fasilitas dan kita sudah berhasil mendownload ratusan recorder. Bahkan kita bantu Myanma, Malaysia dan negara lainnya, termasuk fasilitas itu digunakan sama militer saat mengalami kejadian yang membutuhkan download data recorder dan berhasil dengan baik dan laporannya ada di web. Kaya kasus Sukhoi, Air Asia yang menyangkut pembacaan FDR,” ujarnya menambahkan. (zulkarnain)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *