14 Anggota Geng Motor Bunuh Seorang Remaja Diringkus  Polres Jakbar

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA : Bermodal obat keras jenis tramadol, belasan anggota geng motor melakukan aksi kejahatan secara biadab. Mereka merampas sepeda motor lalu menghabisi pemiliknya di Jalan  Pangeran Tubagus Angke, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Berkat kerja keras anggota Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, sebanyak 14 pelakunya diringkus.

Ke-14 tersangka yang kini mendekam di tahanan Polres Metro Jakarta Barat, adalah AH, RN, WO, WI, VA, MZ, AA, MA, MJN, EN, FN, UA, AA,  MN dan KL. Sejumlah senjata tajam disita dari para pelaku. “Sampai saat ini telah kami amankan sebanyak 14 orang tersangka dari total keseluruhan  17  tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat,  AKBP Edy Suranta Sitepu, kepada wartawan,  Rabu (13/02) sore.

Menurut Sitepu, aksi kejahatan jalanan itu terjadi Selasa (5/2) lalu. Korbannya seorang remaja bernama Ahmad Al Fandri (17) menemui ajal akibat  luka bacok di punggung korban. Sebelumnya, korban sempat dirawat di rumah sakit, tapi akhirnya korban yang bukan anggota geng motor itu meninggal dunia.

Sitepu menerangkan,sebelum kejadian  para tersangka melewati Jalan Pangeran Tubagus Angke, kawasan Pesing, Jakarta Barat. Mereka konvoi pakai sepeda motor. Sewaktu  melihat ada pengendara motor berboncengan yang lewat di kawasan itu para  tersangka mengejar pengendara sepeda motor tersebut.

“Korban yang dipepet para pelaku lalu terjatuh dan korban dibacok hingga tak berdaya. Pelaku pun selanjutnya membawa kabur sepeda motor korban,” jelas Sitepu didampingi Wakasat Reskrim Kompol Agung Wibowo  dan Kasubag Humas Purnomo.

Sementara itu, Kanit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat, AKP Rullian Syauri menyebutkan, dari hasil penyelidikan diketahui para pelaku merupakan kelompok geng motor Basmol (Barisan Manusia Oleng), Swiss (Sekitar Wilayah Slipi), Garjok (Garden Pojok) dan  Israel (Istana sekitar rel).

Dari pemeriksaan, sebelum beraksi para pelaku menggunakan obat keras jenis tramadol dan ganja. “Mereka menggunakan tramadol agar lebih percaya diri,” ujar Rullian seraya menyebutkan setiap melakukan kejahatan mereka memanfaatkan media sosial untuk mengabadikan aksi  yang dilakukannya. (Warto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *