Komitmen Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah : Selesaikan Program PTSL 2019 dengan Kualitas Terbaik di Tanggal 09-09-2019

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID – YOGYAKARTA: Kegiatan Rapat Kerja Wilayah Tahun 2019 yang diselenggarakan Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, resmi ditutup oleh Sekretaris Jenderal, Himawan Arief Sugoto pada Kamis (21/3).

Rapat Kerja yang mengusung tema “Implementasi Hasil Rakernas dan Strategi Penyelesaian PTSL Kualitas Terbaik pada Tanggal 09-09-2019” diselenggarakan selama 3 hari, mulai dari tanggal 19 s.d 21 Maret 2019 di Griya Persada Convention Hotel & Resort, Yogyakarta.

Penutupan kegiatan tersebut didahului dengan sambutan dari Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, Ir. H. Jonahar, M.Ec.Dev. Dalam sambutannya, Jonahar menyampaikan bahwa telah sepakat dengan rekan kerja di lingkungan Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah untuk merubah target kerja harian, sehingga target PTSL 2019 yang telah ditentukan bisa tercapai. “Insya Allah Jawa Tengah tidak ada yang lebih dari 9-9-2019 sudah selesai 100% dengan kualitas terbaik,” ucap Jonahar dengan penuh semangat.

Selanjutnya, Ketua Panitia pelaksanaan kegiatan tersebut, Sigit Rachmawan Adhi, S.T., M.M., yang juga selaku Kepala Bidang Infrastruktur Pertanahan, melaporkan beberapa hasil Rapat Kerja Wilayah yang diikuti oleh seluruh Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah.

“Target PTSL di tahun 2019 ini sejumlah 1.575.000 Peta Bidang Tanah (PBT) terdaftar dan akan mengeluarkan sedikitnya 1.254.400 Sertipikat Hak Atas Tanah (SHAT), Provinsi Jawa Tengah telah menetapkan penyelesaian PTSL dengan kualitas terbaik pada tanggal 9/9/2019, untuk itu kami mempedomani petunjuk teknis PTSL tahun 2019,” ungkap Sigit Rachmawan.

Guna mencapai target penyelesaian PTSL pada tanggal 9-9-2019, Sigit Rachmawan juga menjelaskan beberapa pendekatan analisis yang digunakan, yang bisa disebut dengan analisis 5M, yaitu _Management_, _Man_, _Money_, _Methode_ dan _Material_.

Untuk diketahui, Analisis _Management_ yang dimaksud adalah menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait PTSL. Analisis _Man_ dilihat dari segi Sumber Daya Manusia yang terlibat dalam pelaksanaan PTSL. Analisis _Money_ yaitu mengoptimalkan dan mencari sumber anggaran untuk mendukung pelaksanaan PTSL. Analisis _Methode_ menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran dalam kegiatan PTSL. Terakhir Analisis _Material_ yang merupakan target akhir dalam penyelesaian pelaksanaan PTSL.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal, Himawan Arief Sugoto memberikan pengarahan sekaligus menutup kegiatan Rapat Kerja Wilayah Tahun 2019. Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal mengimbau kepada seluruh peserta agar menjaga kualitas kerja yang selama ini dibangun. “Karena kita lebih menghargai kualitas selain dari serapan anggaran dan jangan menciptakan masalah di belakang,” ujar Himawan Arief Sugoto.

Sekretaris Jenderal berharap supaya program penilaian berbasis kinerja bisa memacu suatu kinerja dan semangat kerja untuk menghasilkan prestasi dan meningkatkan kredibilitas yang menurutnya, saat ini sudah terasa baik dengan apresiasi yang baik dari Presiden RI, sesama Instansi Pemerintahan maupun masyarakat luas untuk dipertahankan.

Tak lupa, Himawan mengungkapkan rasa terima kasih atas dedikasi dan keseriusan dalam membahas dan merencanakan target PTSL, dan berpesan agar tidak melupakan target lain yang tidak kalah penting dan harus diselesaikan dalam kurun waktu yang tidak lama. “Jangan lupa target-target lain seperti Pengadaan Tanah, Sengketa Tanah, Pengendalian dan Pemanfaatan Tanah,
Reforma Agraria, dan sebagainya bahkan Tata Ruang juga mulai sekarang harus diperhatikan,” tegasnya.

“Sekali lagi selamat buat rekan-rekan semua. Mari kita songsong 2019, semoga sukses untuk Jawa Tengah dan sukses juga untuk Kementerian ATR/BPN. Untuk itu Rapat Kerja Wilayah Tahun 2019 ini resmi saya tutup!” tutup Sekretaris Jenderal. (np)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *