KPU Laporkan Akun Penyebar Tuduhan ‘Server Di-setting Menangkan Jokowi’ ke Bareskrim

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyambangi Kantor Bareskrim Siber Polri, Jakarta Selatan. Bersama 10 komisioner lainnya, mereka melaporkan tiga akun sosial media yang berisikan video viral terkait isu server KPU diatur untuk memenangkan capres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. 

“Ada beberapa hal yang kita laporkan yang sekurang-kurangnya ada tiga akun di media sosial,” tutur Arief di Kantor Bareskrim Siber Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Arief mengaku menyerahkan salah satu alat bukti berupa rekaman video yang viral itu. Meski begitu, dia enggan membeberkan platform media sosial apa saja dari ketiganya.

“Yang kami laporkan ada akun-akun yang digunakan untuk menyebar video tersebut dan video itu sendiri kami sampaikan di dalamnya ada beberapa orang yang saya tidak tahu siapa dia, tetapi menyampaikan informasi yang tidak benar terkait dengan KPU,” jelas Arief.

Direktur Siber Bareskrim Polri Brigjen Albertus Rachmad Wibowo menyampaikan, pihaknya telah menerima laporan tersebut dan akan segera ditindaklanjuti.

“Hari ini kita terima laporan dari KPU bersama dengan 10 komisioner dan kita akan menindaklanjuti. Saya belum bisa menjelaskan karena baru akan dimulai pemeriksaan,” kata Rachmad.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial yang menyatakan ada mantan staf Joko Widodo (Jokowi) di Solo yang membongkar keberadaan server KPU di luar negeri. Informasi mengungkapkan bahwa server yang bermarkas di Singapura itu telah di-setting untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf dengan perolehan suara 57%

Tidak diketahui siapa pria di video tersebut dan pertemuan apa yang sedang berlangsung. Tidak ada pula keterangan soal kapan video itu diambil.

“Di KPU, saya bulan Januari ke Singapore karena ada kebocoran data. Ini tak buka saja. 01 sudah membuat angka 57%,” kata pria dalam video tersebut.(Naek)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *