183 Perusuh Ditangkap di Petamburan, Mengaku Dibayar Tapi Belum Terima Uang

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA : Jawara-jawara muda mengaku dari Banten, berjumlah 41 orang ditangkap polisi pada aksi 22 Mei di kawasan Petamburan dan Flyover  Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5) dinihari. Sebagian dari mereka mengaku dibayar antara Rp 200.000 sampai Rp 500.000, tapi belum menerima uangnya.

“Sumpah mati saya disuruh berangkat ke Jakarta, nanti kalau sudah sampai baru terima uangnya. Tapi sampai saya ditangkap belum dapat duitnya,” kata RS (26) yang di bahu kirinya dihiasi tato kembang tersebut.

Tersangka RS, satu dari 183 perusuh yang dipastikan berlebaran di dalam penjara. “Saya wanti-wanti kepada siapa saja jangan mudah diajak-ajak untuk melakukan aksi seperti ini. Kasihan anak istri di rumah,” tutur RS mengaku pekerja serabutan  di Serang, Banten.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi, 183 yang ditangkap anggota Satuan Reskrim Polres Metro Jakarya Barat, diduga provokator dan pelaku aksi penyerangan dan pembakaran  puluhan mobil di Asrama Brimob Petamburan Jakarta Barat,  pada aksi 22 Mei. ”

“Mereka yang ditangkap seluruhnya 183 orang dengan perincian, 41 Orang dari Banten,  13 dari Jawa Tengah,  27 Orang dari Jawa Barat,  11 orang dari Sumatera dan 51 dari Jakarta. Untuk mengahalau massa, kami dibantu para ulama dab anggota Front Pembela Islam (FPI).”Para perusuh yang menolak dilarang rusuh lalu marah melempari polisi dengan batu,” jelas Hengki didampingi Kasat Reskrim AKBP Edi Suranta Sitepu, Kanit Krimsus AKP Rullian Syauri, dan Kanit Kriminal Umum Iptu Dimitri Mahendra, Kamis (23/5) sore.

Hengki mengatakan , para pelaku itu sudah mempersiapkan untuk melakukan kerusuhan, membawa busur, dan bahan bakar dan petasan.  “Mereka mengincar properti-properti warga dan juga polisi hingga terjadi bentrokan,” katanya lagi.

Pada penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa Uang tunai Rp 20 Juta, 92 unit Ponsel,  1 buah sarung, 1 per besi, 19 amplop berisi uang tunai, 7  buah Batu, 1  petasan mercon, 2 buah bom molotof, 12 buah anak panah, 1 buah gunting, 1  bilah golok, dan 1 buah bambu runcing.

“Ini adalah fakta hukum, yang ditemukan di lapangan, antara lain uang sebesar Rp 20 juta tidak termasuk yang ada didalam amplop,  Salah satu amplop, ketika dibuka isinya Rp 100.000. Kemudian ada pasta gigi yang memang sudah disiapkan jika berhadapan dengan petugas yang menembak para perusuh dengan gas air mata. Dan mengenai  busur akan dibawa ke labfor . Sebab Informasi intelijen mengatakan ada zat beracun,” pungkasnya. (Warto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *