Pengamat: Kemnaker Kecolongan Tragedi Pabrik Korek Api Binjai

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID — JAKARTA: Kementerian Ketenagakerjaan kecolongan dengan beroperasinya secara ilegal pabrik korek api Binjai, Sumatera Utara. Menyusul baru diketahuinya pabrik itu ilegal pasca kebakaran yang mengakibatkan 30 karyawannya tewas.

“Apapun alasannya itu kecolongan namanya. Bagaimana kinerja pengawasan sampai tidak tahu ada pabrik korek api yang mempekerjakan puluhan orang di wilayah kerjanya,” ujar Antoni SH MH, pengamat ketenagakerjaan, saat dihubungi, Jumat (5/7/2019).

Seharusnya, ia menjelaskan, perlakuan hukum berlaku adil. Pemilik dan pelaksana lapangan pabrik wajib dijerat pidana kelalaian, sedangkan pengawas ketenagakerjaan juga seyogyanya diselidiki terkait kinerja dan dikenai sanksi sesuai tingkat kesalahannya.

“Ini menyangkutnyawa manusia lho. Jangan dibuat main-main,” ujarnya yang juga ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) DPD DKI Jakarta itu.

Di tempat terpisah, Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, mengaku menemukan enam pelanggaran ketenagakerjaan di pabrik korek api milik PT Kiat Unggul di Desa Sambirejo, Binjai, Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019).
“Enam pelanggaran itu menjadi pijakan pengawas untuk menyelesaikan kasus ketenagakerjaan diperusahaan tersebut,” ujar kader PKB itu.

“Sikap pengawas jelas, tiap pelangaran harus ditindak.”
Di antara enam pelanggaran itu yakni perusahaan belum membuat wajib lapor ketenagakerjaan untuk lokasi kejadian sebagai cabang PT Kiat Unggul di Jalan Medan-Binjai KM 15,7, Kabupaten Deli Serdang, serta tidak melaporkannya kepada Dinas Ketenagakerjaan yang terhitung ilegal.

Bersamaan itu Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto, menyatakan telah menyerahkan tiga berkas usai menerima surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri setempat. Hal itu dibenarkan Kasi Intelijen Kejari Binjai, Erwin Nasution, bahwa telah menerima berkas atas nama tersangka Indramarwan selaku pemilik usaha, Burhan selaku manajer, dan Lismawarni selaku supervisor. (royke)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *