Baru Jadi Kuasa Hukum Tersangka Habil Marati, Yusril Ihza Mahendra Sambangi Tahanan Polda Metro

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengunjungi tersangka kasus rencana pembunuhan empat tokoh nasional Habil Marati di Polda Metro Jaya, Rabu (10/7/2019.

Yusril tiba di lokasi sekira pukul 16.13 WIB. Ia mengaku jika kedarangannya sore ini berkaitan dengan kasus yang merundung politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

“Pak Habil sudah cukup lama di tahanan di rutan Polda dengan sangkaan beliau memberikan sejumlah dan untuk membeli sejumlah senjata dan berencana untuk makar. apa betul seperti itu?” kata Yusril di lokasi.

Yusril mengaku, dirinya baru minta menjadi kuasa hukum oleh Habil hari ini. Oleh karena itu, ia bertemu dengan Habil Marati sore ini.

“Baru sekarang ini saya dihubungi oleh beliau melalui seseorang dan saya mau komunikasi langsung dengan pak Hab hari ini,” sambungnya.

Meski demikian, Yusril akan mempelajari terlebih dahulu terkait kasus yang merundung Habil. Ia juga akan berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri dan Polda Metro Jaya guna mengetahui kejadian yang sebenarnya terjadi.

“Tapi saya mau pelajari dulu secara sepintas, kasus ini mungkin akan saya terima permintaan beliau untuk menjadi penasehat hukumnya dan juga berkooordinasi dengan Polda dan Mabes Polri untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi,” papar Yusril.

Diketahui, polisi telah menangkap dan menetapkan Habil Marati sebagai tersangka terkait kasus dugaan ancaman pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu bos lembaga survei.

WadirKrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ade Ary sebelumnya menyebut, Habil berperan sebagai pemberi dana sebesar Rp 150 juta kepada Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen untuk keperluan pembelian senjata api terkait rencana pembunuhan terhadap para tokoh tersebut.

Para tokoh yang menjadi target pembunuhan itu di antaranya adalah Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menkopolhukam Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere. (Np)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *