KADI Selidiki Dumping Kaca Film Impor Tidak Setelat KS

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID — JAKARTA: Produk impor plastik kaca film (Biaxially Oriented Polypropylene, BOPP) asal Malaysia dan Cina diselidiki Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) dikarenakan dicurigai melakukan praktek dumping. Menyusul pangsa pasar BOPP impor memukul produk domestik sampai 51% dari total impor.

“Indikasinya selama 3 tahun terakhir terus meningkat impor BOPP. KADI menginformasikan dimulainya penyelidikan sejak 7 Agustus 2019,” ujar Bachrul Chairi, ketua Kadi, didampingi Karohumas Fajarini Puntodewi, Kamis (15/8/2019).
Total impor Indonesia untuk produk BOPP asal Malaysia dan Cina sebanyak 18.507 MT pada 2016, melonjak 24.781MT (2017) dan 22.949 MT (2018) dengan pangsa impor dominan 51% dari total impor BOPP Indonesia.
Penyelidikan KADI terkait BOPP diharapkan tidak terlambat sebagaimana nasib Krakatau Steel, seperti digambarkan Bhima Yudhistira. Ekonom Indef itu menilai keterpurukan KS karena pemerintah telat merespon kebijakan Cina mempermudah (dumping) ekspor produk baja dialihkan ke Asean termasuk Indonesia saat perang dagang AS-Cina. “Pengusaha lokal sudah lama mengeluhkanya tetapi (baru tahun 2019) pemerintah (Cq Mendag Enggartiasto Lukita) baru tahap menuduh,” ujarnya kepada wartawan.
Akibatnya, Krakatau Steel berencana merestrukturisasi (PHK) 1.300 karyawannya lantaran kerugian akibat produksi baja terus menurun dengan utang menaik. “Perseroan menargetkan efisiensi/perampingan sekitar 2.400 karyawan organik di perusahaan induk KRAS hingga tahun depan, baik itu melalui natural retirement, pengalihan tenaga kerja ke anak perusahaan, maupun program pensiun dini,” ujar Dirut PT KS Tbk (KRAS) Silmy Karim, seraya membantah adanya PHK masal, kepada wartawan. (royke)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *