Kinerja Ekspor Lemah Diserbu Impor, DPR Sorot Kemendag

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID — JAKARTA: Anjloknya neraca perdagangan sampai nyaris Rp 45 trilyun dalam dua tahun terakhir (2017-2018), dinilai kalangan wakil rakyat, menunjukkan melemahnya kinerja ekspor Kementerian Perdagangan.

“Kondisi itu wajib segera diatasi dengan sinergitas tiga kementerian yaitu Kemenko Perekonomian, Perdagangan (Kemendag), dan Keuangan (Kemenkeu),” tulis ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Bambang Soesetyo, menanggapi lemahnya kinerja ekspor mengakibatkan membengkaknya defisit neraca perdagangan, Selasa (27/8/2019).
Sinergi tiga kementerian itu, katanya, guna merumuskan kebijakan untuk mengantisipasi second round effect bagi Indonesia akibat rusaknya sistem dan mekanisme perdagangan global.
Karena itu, ia menjelaskan, sejumlah kebijakan & langkah Kemendag berkaitan ekspor-impor selalu terkendala. Mulai ekspor minyak sawit (CPO) yang terkendala propaganda Eropa terkait deforestasi, disusul ekspor karet alam terkendala berkurangnya produksi ban mobil negara tujuan ekspor, hingga seringkali kalah diplomasi ataupun argumen hukum saat bersengketa seperti melawan Jerman di WTO sehingga wajib menerima impor ayam dikarenakan ketidakkonsistenan pemberlakuan aturan Indonesia.
Akibatnya, defisit neraca perdagangan Indonesia terus membengkak. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Januari-Juni 2019 defisit sebesar 1,9 milyar dolar AS, atau menambah besaran defisit 2018 yang 8,57 miliar dolar AS, bahkan neraca dagang nasional dari surplus 11.842,6 juta dolar AS pada 2017 menjadi defisit 8.698,6 juta dolar AS (2018) atau anjlok sampai 3.144 juta dolar AS setara Rp 44.959, 2 trilyun dengan kurs Rp 14.300/US$. (royke)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *