Kejagung periksa 2 Pengurus PT CIMB Securities Dalam Kasus PT Danareksa

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.  Id – JAKARTA : Dua pengurus perusahaan sekuritas CIMB Sekurities diperiksa terkait penyidikan kasus  pemberian fasilitas pembiayaan dari PT. Danareksa Sekuritas kepada Debitur PT. Aditya Tirta Renata.

Kedua pengurus CIMB Securities adalah,  Yoga Nugraha, SE.,MBM (Managing Director CIMB Securities) dan Ira

Febrasari (Staf CIMB Securities).

Sampai kini,  belum ditetapkan seorang pun tersangka, meski sudah puluhan saksi diperiksa. Kasus ini disidik sekitar tiga bulan lalu.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Mukri menjelaskan mereka diperiksa tentang

pembelian saham SIAP di bursa efek dalam jangka harian (intraday).

“Tim penyidik merasa perlu memeriksa mereka agar perkara terang-benderang hingga dapat ditindsklanjuti (dengan penetapan tersangka, ” katanya,  di Kejagung,  Jumat (13/9).

KONSPIRASI

Kasus berawal,   3 Juni 2015,   PT. Danareksa Sekuritas memberikan fasilitas pembiayaan repo kepada PT. Aditya Tirta Renata sebesar Rp. 50 miliar.

Pemberian fasilitas pembiayaan repo tersebut, dengan tenor (jangka waktu) selama satu tahun terhitung sejak 3 Juni 2015 sampai 28 Mei 2016.

Jaminannya  saham SIAP sebanyak 433.000.000 lembar (closing price 25 Mei 2015 senilai Rp. 231/ lembar) dan jaminan tambahan asset tetap berupa tanah seluas 5.555 m².

Sejak bulan Oktober 2015 ,  PT. Aditya Tirta Renata tidak memenuhi kewajiban untuk membayar bunga dan pokok pinjaman atas fasilitas pembiayaan yang diberikan PT. Danareksa Sekuritas (macet).

Sesuai perjanjian apabila PT. Aditya Tirta Renata tidak memenuhi kewajiban pembayaran bunga dan pokok maka, PT. Danareksa Sekuritas dapat melakukan Forced Sell atas saham SIAP.

Namun, menurut Mukri, saham SIAP tersebut tidak dilakukan Forced Sell sampai dengan disuspensinya saham SIAP pada,  6 November 2015.

” Dalam pemberian fasilitas pembiayaan kepada PT. Aditya Tirta Renata, diduga terjadi penyimpangan dengan tidak mempedomani Surat Keputusan Komite Pengelola Resiko,” pungkas Mukri.

Diduga negara dirugikan akibat dugaan konspirasi tersebut mencapai puluhan miliar rupiah.  (ahi)

Teks Photo: Kapuspenkum Mukri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *