3 Menteri Pamit di Komisi V DPR RI

HEADLINE PARLEMEN

JAKARTANEWS.ID- JAKARTA: Komisi V DPR RI kembali menggelar rapat kerja (raker) untuk membahas anggaran kementerian/lembaga tahun 2019. Sebanyak 3 Menteri hadir dalam raker tersebut, sekaligus menyampaikan salam perpisahan.

Raker yang dipimpin Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemi Francis tersebut berjalan santai dan penuh suasana canda tawa.

Fary mengatakan, pertemuan tersebut bisa jadi pertemuan terakhir dengan para menteri.

“Ini mungkin pertemuan terakhir kita, nanti belum tentu kita semua di tempat ini (Komisi V DPR RI) lagi,” ujar Fary di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (18/9/2019).

Sejumlah anggota lain juga secara bergantian menyampaikan kalimat perpisahan. Tidak mau ketinggalan, tiga orang Menteri yang hadir juga mengucapkan hal senada.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyampaikan banyak terima kasih atas kerja sama yang terjalin selama ini. Tidak hanya pada pembahasan anggaran 2020, berbagai jalan panjang sudah dilalui selama ini.

“Kami berharap komisi V DPR RI dapat terus mengawal anggaran program 2020 yang ditetapkan hari ini. Komisi V DPR RI sangat efektif melaksanakan fungsi pengawasan,” kata Basuki.

Basuki kemudian membacakan sebuah pantun. Tanpa menjelaskan pantun itu karya orang lain atau miliknya, Basuki langsung saja membacakan pantun sebagai berikut:

Mengupas buah terkena getah
Mencuci mulut setelah makan ikan teri
Walaupun kita nanti akan berpisah
Kami selalu ingat pesan dan perintah
Komisi V DPR RI

Setelah Basuki, giliran Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi yang berbicara. Budi mengungkapkan, Komisi V selama ini bekerja dengan cukup kritis, saling memberi dan mampu menciptakan rasa persahabatan.

“Diskusi lugas dan terkadang keras, tapi kami menikmati itu. Kami ucapkan terima kasih atas legacy dan kritik yang tajam,” ungkap Budi.

Budi mengaku, selama bekerja sebagai Menhub selama 3 tahun, Komisi V DPR RI telah menjadi mitra yang bersahabat bagi dirinya dan instansi yang dipimpinnya.

“Dalam 3 tahun bersama Komisi V kami merasa persahabatan begitu dalam. Ketika kami merasa tidak bisa melakukan, bapak ibu memberikan kisi kisi solusi tentang berbagai hal,” ungkap Budi.

Budi mengaku, tidak mudah menyamakan persepsi antara pemerintah dan DPR. Namun, hal itulah yang menjadi tantangan dan poin penting hubungan kedua belah pihak.

“Di akhir ini saya sangat berterima kasih, juga kepada bapak-bapak dan ibu-ibu yang nanti tidak bertemu, saya yakin hati kita akan bertemu,” lirih Budi.

Terakhir, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo juga menyampaikan terima kasih kepada Komisi V.

“Tiga tahun ini walaupun banyak dinamikanya karena kementerian kita kementerian baru. Saya mengatakan tidak ada koalisi maupun oposisi. Partai oposisi di komisi V ini rasanya koalisi semua. Beda dengan di luar,” terang Eko. (Daniel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *