Kasus Mandiri Solo “Mangkrak”,  Jampidsus: Tinggal Tunggu Audit Kerugian Negara Saja

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID- JAKARTA : Kejaksaan Agung bakal melimpahkan berkas tujuh tersangka kasus pembobolan Bank Mandiri Surakarta oleh PT Central Steel Indonesia (CSI)  sebesar Rp201 miliar ke pengadilan,  setelah menerima audit kerugian negara.

“Terima audit kerugian negara.  Perkara dilimpahkan (ke pengadilan), ” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus)  M.  Adi Toegarisman,  di Kejagung,  Kamis (19/9).

Dia belum dapat kepastian,  kapan audit kerugian negara selesai dan diserahkan ke Kejagung.  Audit kerugian negara adalah alat bukti guna melengkapi berkas perkara Mandiri Solo.

“Kita meyakini ada dugaan tindak pidana korupsi, namun harua didukung alat bukti,  diantaranya audit kerugian negara, ” ujar Adi.

Keyakinan Jampidsus ini setelah dua tersangka sebelumnya dapat dibuktikan di pengadilan dan dinyatakan bersalah. Mereka,  adalah Dirut PT Central Steel Indonesia (CSI)  Erika Liong dan Pengurus PT CSI lainnya,  Hua Ping alias Muljadi.

BELUM TERSENTUH

Tujuh tersangka baru kasus Bank Mandiri Solo adalah pengembangan dari kasus Mandiri Jilid I atas nama Erika Liong dan Hua Ping.

Mereka,  adalah, MAEP, mantan Team Leader Bank Mandiri CBC Solo selaku pengusul kredit kepada PT. CSI, HA, mantan Senior Credit Risk Manager RRM VII Semarang-Floor Solo selaku pengusul kredit kepada PT CSI.

Kemudian, ED, CBC Manager PT. Bank Mandiri Solo selaku Komite Kredit Tingkat I, MSHM, PKMK-RRM VII Semarang-Floor Solo selaku Komite Kredit Tingkat I, SBR, GH-Regional Commercial Sales 2 selaku Komite Kredit Tingkat II, dan MSP, PKMK-Commercial Risk selaku Komite Kredit Tingkat II.

Sebelumnya, 4 Desember 2018 telah ditetapkan Artanta Padmadewa yang menjabat Relationship Manager Bank Mandiri cabang CBC Solo sebagai tersangka.

Sementara para pihak lain yang diduga menerima aliran dana kredit dari Bank Mandiri Solo belum tersentuh juga.

Seperti dikutip dari surat dakwaan jaksa terhadap Erika dan Hua Ping No. Reg. Perkara: PDS/29/Pid.Sus/TPK/11/2017 disebutkan nama WJP menerima sebesar Rp15,5 miliar,  TOC Rp15 miliar dan Rp16,5 miliar,  GSH Rp25 miliar dan NK Rp10 miliar.

“Sebenarnya bukan hanya mereka belim tersentuh.  Jauh sebelumnya banyak perkara Bank Mandiri yang mangkrak, ” kata Ketua Lembaga Pengawasan dan  Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) Kurniawan Adi Nugroho secara terpisah.

Dia mencontohkan nasib tersangka Sunyoto Tanudjaja (PT Great River Intetnational),  Hasyim Sumiana Dkk (PT Lativi Media Karya) dan Dirut PT Cipta Graha Nusantara Saiful Anwar yang belum dieksekusi.

“Kejagung harus jelaskan status perkara-perkara tersebut agar ada kejelasan dan tidak muncul intepretasi di masyarakat, ” himbaunya. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *