Mendag Enggar Merajuk, India Ingkar Janji Turunkan Bea Masuk Sawit Suling

EKBIS HEADLINE

JAKARTANEWS.ID — JAKARTA: Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, merajuk kepada India yang mengingkari janji dengan komitmen saling menurunkan tarif bea masuk untuk minyak sawit suling (RBDPO) Indonesia & gula mentah (raw sugar) India.

“Indonesia sudah menurunkan tarif gula mentah India, yang berlaku efektif sejak 8 Juli 2019, sesuai komitmen. Namun sayangnya, sampai saat ini India masih belum memenuhi komitmennya menurunkan tarif bea masuk RBDPO Indonesia,” ujarnya didampingi Karohumas Fajarini Puntodewi, Jumat (4/10/2010).
Komitmen itu, katanya, disepakati di bawah perjanjian ASEAN-India Free Trade Agreement (AIFTA) dimana Indonesia minta India menurunkan tarif bea masuk untuk RBDPO sebaliknya India meminta serupa bagi raw sugar. Menyusul pertemuan Mendag Enggar & Mendag, industri, Penerbangan Sipil India, Suresh Prabu, di New Delhi, India, 22 Februari 2019.
Mendag Enggartiasto mengakui menerima alasan bahwa produsen minyak nabati India sedang mengalami kerugian serius akibat peningkatan impor RBDPO dari Malaysia secara drastis sepanjang Januari—Juni 2019. Otoritas India, ia menjelaskan, tengah memulai penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan sehingga kemungkinan penurunan bea masuk RBDPO untuk Indonesia belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Kondisi ini agak mengecewakan karena penurunan tarif seharusnya segera diimplementasikan dalam 2019 ini. Saat ini sudah masuk September, artinya waktu bagi India memutuskan tidak lama lagi. Untuk itu, diharapkan Pemerintah India dapat mempertimbangkan opsi penurunan bea masuk produk Indonesia lainnya, di samping RBDPO,” ujarnya.
Pada 2018, India merupakan negara tujuan ekspor terbesar ke-4 dan negara sumber impor ke-9 dan negara urutan ke-25 sumber investasi Indonesia dengan nilai sebesar 82,1 juta dolar AS terdiri dari 405 proyek bagi Indonesia. Total Perdagangan Indonesia-India 2018 mencapai 18,7 miliar dolar AS dengan ekspor Indonesia ke India 13,7 miliar dolar AS dan impor sebesar 5,0 miliar dolar AS. Arrinya, Indonesia surplus sebesar USD 8,7 miliar dolar AS.
Produk ekspor utama Indonesia ke India pada 2018 itu batu bara 5,37 miliar dolar AS, minyak sawit dan turunannya 3,56 miliar dolar AS, karet alam 429,2 juta dolar AS, bijih tembaga & konsentratnya 414,9 juta dolar AS. industrial monocarboxylc fatty acids 297,4 juta dolar AS. Sedangkan produk impor utama Indonesia dari India pada 2018 itu cyclic hydrocarbons 356,7 juta dolar AS, kendaraan bermotor 307,0 juta dolar AS, daging bovine animals, beku 283,6 juta dolar AS, kacang tanah 223,9 juta dolar AS, serta mobil motor & kendaraan bermotor lain 159,8 juta dolar AS. (royke)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *