Ahmad Basarah: Bergabungnya Gerindra ke Dalam Pemerintahan Merupakan Hal yang Wajar

HEADLINE PARLEMEN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menilai bergabungnya Gerindra ke dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin merupakan hal yang wajar.

“PDIP berpandangan Demokrasi Pancasila intinya adalah gotong royong, oleh karenanya kita tidak mengenal oposisi dalam pemerintahan,” kata Basarah di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (16/10/2019).

Basarah menyatakan, yang kita kenal selama ini adalah fungsi checks and balances di dalam sistem pemerintahan kita, di mana DPR di dalam tubuhnya melekat fungsi pengawasan.

“Jadi fungsi pengawasan jangan dipersepsikan sebagaimana yang dipraktekkan dalam demokrasi liberal parlementer,” imbuhnya.

Basarah mengatakan, oposisi politik di Indonesia hanya terjadi saat pilpres karena bunyi UUD’45 pasal 6a ayat 2 yang menyebut capres dan cawapres diusung oleh parpol atau gabungan parpol sebelum pemilu dimulai.

“Jadi gabungan parpol untuk mendukung para calon itu hanya pada saat kontestasi pemilihan presiden. Selesai pemilu, selesai pula blok-blokan itu,” terangnya.

Ketua Urusan Luar Negeri PDIP tersebut menyebut, bukan hal yang tabu apabila parpol yang pada saat pemilu berkompetisi dengan partainya bergabung setelah pemilu usai.

“Bahkan di periode yang lalu, Golkar, PPP, dan PAN yang dulu merupakan Koalisi Merah Putih akhirnya bergabung setelah kabinet terbentuk,” ingatnya.

Basarah mengungkapkan, kalau sampai hal ini terjadi lagi, maka semua itu bukanlah hal yang baru dalam sistem demokrasi Indonesia.

“Namun standing PDIP menyerahkan semua komposisi kabinet mendatang kepada wewenang prerogatif Pak Jokowi,” tegas mantan Wasekjen PDIP tersebut. (Daniel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *