Diyakini Ada Korupsi, Kejagung Bakal PK Kasus Korupsi Rp1, 8 T di Bank Mandiri

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS. ID- JAKARTA : Kejaksaan Agung mengisyaratkan bakal mengajukan peninjauan kembali (PK)  terkait putusan bebas Mahkamah Agung (MA)  terhadap Dirut PT Tirta Amarta Bottling (TAB) Roni  Tedy Dkk.

“Saya kira, kita mau kesana.  Saya akan minta petunjuk Jaksa Agung, ” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) M.  Adi Toegarisman kepada wartawan,  di Kejagung,  Jumat (1/11).

Dia meyakini upaya hukum luar biasa,  berupa PK dapat dilakukan jaksa sepanjang ada bukti baru atau keadaan baru (novum).

“Sejatinya, kami hanya akan perjuangkan bagaimana uang negara itu akan kembali,” tegas Adi.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan pihaknya belum secara resmi menerima putusannya.

“Nantilah (setelah menerima putusan). Kita akan kaji dan ambil langkah-langkahnya, ” janjinya usai sholat Jumat, di Kejagung.

Roni Tedy Dkk dijadikan tersangka dan terdakwa terkait kasus pembobolan Bank Mandiri CBC Bandung sebesar Rp1, 8 triliun (T) sesuai audit kerugian negara oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).

Namun,  Pengadilan Tipikor Bandung mrmbebaskan Ronny dan enam tersangka lain,  termasuk pejabat Bank Mandiri, Januari 2019.  Putusan itu dikuatkan oleh MA dan sekaligus menolak kasasi jaksa, 1 Oktober 2019.

Selain Roni Tedy, para tersangka lain,   adalah Head Accounting PT TAB Juventius. Serta lima tersangka dari unsur Bank Manriri.

Mereka,  adalah Commercial Banking Manager  Surya Baruna,  Senior Credut Risk Manager Teguh Kartika Wibowo,

Senior Relation Manager Frans Edward Zandstra,  Wholesale Credit Head Poerwitono Poedji Wahjono dan .Commercial Banking Head Totok Suharto.

BUKTI SANGAT KUAT

Kepada wartawan,  Adi menerangkan awal kredit ke PT TAB sebesar Rp200 miliar, tapi dalam perjalanan kredit itu tidak terbayar.

Manajemen Bank Mandiri CBC Bandung lalu merekstrukrisasi dan dikucurkan kredit lagi Rp500 miliar. Alasan,  TAB punya piutang di sejumlah tempat dan dijadikan jaminan.

Dalam perjalanannya, kredit itu juga macet dan berhenti dengan cara yang sama.

“Mereka minta tambahan dengan jaminan piutang beberapa toko dan distributor. Muncul lagi 700 miliar yang ternyata itu juga macet.”

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, ternyata piutang-piutang yang disebutkan oleh PT TAB itu bohong dan fiktif. “Tidak ada duitnya itu. Itu kasusnya.”

Selain itu,  tambah Adi kredit itu tidak digunakan untuk pengembangan pabrik botol milik TAB,  tapi justru dibelikan aset lain.  ”

PSRBUATAN MELAWAN HUKUM

Dari putusan pengadilan, dikatakan bahwa dalam peristiwa ini, para pelaku tidak melakukan perbuatan melawan hukum.

“Apakah dengan mengajukan jaminan, dia mengajukan kredit fiktif apakah itu bukan perbuatan melawan hukum? Jaksa berpendapat itu melawan hukum kok, punya tagihan tapi bodong,” jelas Adi.

Lalu,  kata pengadilan, jaminan dalam kasus ini masih ada. Artinya, seandainya, kalau jaminan itu disita dan dilelang bisa mengganti kerugian negara.

“Ada jaminan perusahaan, kita masuk ke kasus ini, pabriknya kan sudah mangkrak. Ada danone, tetapi kan tidak jadi. Jadi sebetulnya. Kalau dikatakan ada jaminan, itu tidak ada jaminan,” tambah Adi.

Berikutnya, bagaimana hal itu tidak memperkaya si Tedy. Bukan untuk perusahaan tetapi malah membeli aset. “Aset itu yang telah kami sita. Kan udh jelas itu. Makanya kita proses untuk dijadikan tersangka.”

BANK MANDIRI

Disamping itu, lanjut Adi pihaknya  melibatkan dunia perbankan. Yang menarik, putusan Tipikor tidak ada kewajiban pihak perbankan utk memverifikasi KAP. Lalu peran perbangkan itu apa.

“Prinsip kehati-hatian (prudential banking)  Itu tidak diterapkan. Perbankan wajib melakukan verifikasi dan klarifikasi. Makanya saya sebut itu bersama-sama.”

Menurut Adi,  apa yang dilakukan

jaksa penyidik dan jaksa penuntut umun sudah maksimal.

“Tetapi kalau berbeda pendapat dengan hakim, kan tempuh upaya huku. ”

Dia mengingatkan dengan putusan bebas terus lewat jalur mana pengembalian kerugian negara,sebab dari aset yang disita nilainya tidak dampau Rp1 triliun. “Itulah kondisi kasusnya, ” ungkapnya.  (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *