Komut PT NAP Aries R. Rachman Diperiksa Maraton, Tapi Masih Saksi

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWA.ID – JAKARTA : Komisaris Utama PT Nugrah Alam Prima (NAP)  Aries Rosyan Rachman diperiksa maraton, di Gedung Bundar, Kejaksaan Aging,  namun sampai usai pemeriksaan statusnya masih sebagai saksi.

“Tim penyidik masih merasa perlu mengumpulkan bahan keterangan guna memperdalam dan meyakini adanya tindak pidana korupsi, ” kata Kapuspenkum Mukri, di Kejagung, Selasa (5/11).

Aries diperiksa terkait pengambil alihan fasilitas kredit (menjadi Novator)  atas fasilitas kredit PT Tiara Fatuba (FB) dan PT Graha Permata Wahana (GPH)  dari Bank BTN Tbk. Dugaan kerugian negara sekitar Rp24,8 miliar.

Mukri belum dapat memastikan kapan penetapan tersangka, sebab hal itu merupakan kewenangan tim penyidik sepenuhnya.

“Yakinlah,  karena kita sudah berkomitmen dalam pemberantasan korupsi.  Ini soal waktu, ” ucapnya diplomatis.

Namun,  Erman Umar (Forum Advokat untuk Keadikan dan Demokrasi)   mengkritisi kinerja tim penyidik.  Sudah puluhan saksi diperiksa, tapi belum ditetapkan tersangka.

“Hendaknya, Kejagung berani bersikap.  Jika cukup bukti tetapkan tersangka.  Sebaliknya,  jika tidak cukup bukti hentikan, ” harap Erman secara terpisah.

DUA TEMPAT

Penyidikan terhadap Bank BTN dilakukan dua dua tempat, yakni BTN Cabang Semarang dan BTN Gresik dengan objek dan pelaku yang sama.

Kasus ini berawal, 2014 saat Bank BTN memberikan Fasilitas Kredit Griya Yasa kepada PT. GPW dan PT. TF , tapi dalam perjalanan kredit tersebut macet.

Lalu,   2016 PT. NAP pengambil alih fasilitas kredit (menjadi Novator) PT. GPW ( Graha Permata Wahana) dan PT. Tiara Fatuba dari Bank BTN dengan Plafon yang lebih besar tanpa merubah Agunan.

Namun, sampai kini Jajaran Direksi Bank BTN Pusat belum tersentuh.

Tetapi, dalam perjalanan kredit PT. NAP  tersebut pun macet yang berdampak terhadap kerugian negara. Diduga kerugian negara sekitar Rp24,8 miliar. (ahi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *