Tersangka Baru Kasus Suap Jaksa Kejati Jateng Ditetapkan, Bila Ada Fakta Hukum 

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA : Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) M.  Adi Toegarisman tegaskan pihaknya tak segan-segan menetapkan tersangka baru,  jika ditemukan fakta hukum di persidangan atas nama Kusnin Dkk.

“Jadi, perkara dugaan suap ini tidak selesai (kepada Kusnin Dkk),” kata Adi menjawab pertanyaan wartawan,   di Jakarta,  Kamis (7/6).

Tentang siapa-siapa yang bakal dijadikan tersangka baru? ,

Adi mengelak menjawab pertanyaan-pertanyaan seandainya dan katanya.  “Kita bicara fakta hukum bukan seandainya atau katanya, ” ucap Adi diplomatis.

Menurut Adi,  pihaknya sementara fokus kepada tiga teraangka dan secepatnya menuntaskan pemberkasan.  Untuk selanjurnya,  dilimpahkan ke pengadilan.

“Fokus kami tiga tersangka dulu, ” tukas Adi.

Sebelum ini,  diperoleh informasi tersangka Kusnin,  Mantan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus)  Kejaksaan Tinggi (Kejati)  Jateng sempat ‘menolak’ dipeiksa selama dua pejabaf struktural lain tidak dijadikan tersangka. Kusnin beralasan,  mereka patut diduga ikut menerima aliran dana Suap.

Tim penyidik pun belum dapat menindak lanjuti,  karena belum adanya alat bukti yang kuat.

Selain Kusnin,  yang sampai kini ditahan di Rutan Kejaksaan Agung, telah ditetapkan pula tersangka terhadap Kasie Penuntutan pada Pidana Khusus Jateng M. Rustam Efendy dan  Staf TU Kejati Jateng Benny Chrisnawan.

SOERYA SUDHARMA

Dugaan suap diduga dari rencana tuntutan (Rentut)  terhadap terdakwa kepabeanan Soerya Sudharma.  Soerya hanya dituntut satu tahun dengan masa percobaan dua tahun.  Padahal,  sesuai UU Kepabeanan terdakwa minimal dituntut dua tahun.

Kasus ini mencuat dari Advokat Alvin Suherman saat diberkas di KPK terkait perkara lain, berupa suap kepada Jaksa Kejati DKI atas nama Agus Winoto ,Yadi,  Yuniar dan Ari Ginting, akhir Juni 2019.

Uang yang dibagikan kepada Jaksa Kejati Jateng sebesar 325 ribu Dolar Singapura dan 20 ribu Dolar AS setara Rp3,25 miliar kepada Kusnin Dkk, sekitar Juli 2019.

Dari aksi teater yang digelar oleh MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Inronesia) sebagai pelapor perkara kepabeanan,  di Stasiun Tawang, Semarang, beberapa waktu lalu uang itu dipecah sesuai peruntukan.

Ada oecahan 100 ribu dolar,  50 ribu dolar dan 68 ribu dolar.  Serta pecahan 20 ribu dolar dan 15 ribu dolar.  Sedangkan penerima 75 ribu dolar dan 20 ribu dolar AS lainnya belum diketahui.

Namun,  yang dijadikan tersangka baru penerima uang 50 ribu dolar, 20 ribu dolar dan 15 ribu dolar.  Sedangkan penerima 100 dan 68 ribu dolar belum disentuh.

Sebelum ini, Mantan Kajari Semarang Dwi Samuji sudah pernah diperiksa di Gedung Bundar, tapi enggan memberi keterangan.  Sebaliknya,Mantan Kajati Semarang Sadiman masih diagendakan untuk diperiksa. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *