Ade Armando Laporkan Balik Fahira Idris

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Akademisi sekaligus pengamat media Ade Armando melaporkan balik Fahira Idris ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik.

“Saya bersama kuasa hukum melaporkan Ibu Fahira Idris dalam kaitannya dengan teks di instragramnya yang membangun sebuah image seolah-olah saya ini membanggakan diri tidak tersentuh hukum, atau bahwa saya kebal hukum,” kata Ade di Mapolda Metro Jaya, Jumat (8/11/2019).

Ade menjelaskan, Fahira sangat mengharapkan Kapolri yang baru menangkapnya untuk membuktikan kinerjanya di awal-awal dirinya menjabat sebagai Kapori.

“Dia mengaitkan dengan harapannya bahwa Kapolri yang baru akan bersedia untuk menghukum saya. Menurut saya ini tidak bisa saya terima. Ini mengadu domba pihak kepolisian, tapi yang terpenting adalah ia mencemarkan nama baik saya,” ujarnya.

Ade mengaku, dirinya tidak pernah kapan pun, dan di mana pun menyombongkan diri bahwa selama ini dirinya tidak tersentuh hukum.

“Bahwa selama ini saya tidak pernah dipenjara meskipun banyak orang yang melaporkan saya itu karena memang saya tidak bersalah saja. Dan saya tidak pernah mengatakan kemana-mana seolah-olah saya tidak tersentuh hukum,” terangnya.

Ade menyebut, dirinya mengkopi gambar tentang dirinya dari instagram Fahira Idris. Akan tetapi menjelang dirinya akan melaporkan gambar tersebut ke Polda Metro Jaya, tiba-tiba kalimat tersebut menghilang.

“Kalimat bahwa saya membanggakan diri tidak tersentuh hukum itu hilang, sisanya masih ada. Diedit sama dia,” ungkapnya.

Dosen UI tersebut menjelaskan, apa yang dilakukannya tidak melanggar UU ITE.

“Kalimatnya kan begini tidak dilarang untuk mengubah, menambah, mengurangi, kemudian mentransmisikan bukan sesuatu yang sudah berubah. Mentransmisikan informasi elektronik milik orang lain,” tuturnya.

Ade juga menyarankan, membacanya seharusnya jangan dilarang mentransmisikan sesuatu yang sudah berubah.

“Jadi kalimatnya adalah dilarang mengubah informasi elektronik orang lain, dilarang menambah nambahkan informasi elektronik orang lain, juga dilarang mentransmisikan informasi elektronik orang lain,” urainya.

Petisi Pemecatan Sebagai Dosen

Ade menyayangkan beredarnya petisi yang mengiginkan dirinya dipecat sebagai dosen UI.

“Buat saya dalam demokrasi biasa-biasa saja, sebagian itu pasti orang-orang yang tidak mengerti misalnya menyangka bahwa rektor bisa memecat dosen itu dan nama saya kalau di UI bukan sebagai orang yang buruk,” tegasnya.

Menurut Ade, gerakan tersebut pasti ada yang memobilisasi.

“Itu kan seperti saya katakan tadi ini pasti gerakan yang ada mobilisasinya, yang ada banyak orang yang merasa dirugikan, kalau sampai kebocoran anggaran ini dihambat. Jadi dengan kata lain mereka melakukan itu. Saya tidak akan melakukan apa-apa kepada mereka karena buat saya mereka itu cuma orang kecil, orang suruhanlah,” ucapnya.

Ade mengaku, melaporkan Fahira Idris dengan pasal pencemaran nama baik.

“Saya mengadukannya dengan pasal pencemaran nama baik. Saya merasa dicemarkan karena saya seolah-olah membanggakan diri tidak tersentuh hukum,” tambahnya.

Ade juga mengatakan, dirinya tidak mau mencari tahu mengapa dirinya yang dilaporkan Fahira Idris dan bukan pembuat gambar joker yang diunggahnya.

Saya tidak mau tahu, dan saya tidak tahu siapa yang membuat. Saya cuma mengambilnya dari sebuah galeri. Ibu Fahira bilang itu semua karena Ade Armando, dia bilang kalau orang lain tidak penting tapi kalau Ade Armando orang yang berpengaruh, kan begitu. Jadi sudah personal nih sifatnya,” sesalnya.

Ade sendiri mengaku dirinya siap dimediasi dengan Fahira Idris.

“Buat saya tidak pernah ada masalah, dianya mau tidak. Buat saya persoalannya karena ada pihak-pihak yang merasa terancam kepentingannya ketika dana DKI ini disetop dan dihitung ulang. Buat saya hal ini berkaitan dengan kepentingan. Dan saya yakin mereka tidak mau berkompromi, mereka inginnya saya dipenjara. Buat pelajaran agar tidak ada orang lain yang mempertanyakan mengenai anggaran ini,” tukasnya.

Pembungkaman PSI

Ade menuturkan apa yang dialami anggota DPRD DKI Jakarta yang merupakan PSI William Aditya Sarana saat ini jelas merupakan pembungkaman terhadap keterbukaan.

“Anggota PSI yang membongkar ini kan sekarang diajukan ke dewan kehormatan DPRD DKI. Saya menilainya semua ini mengarah ke sana semua, karena saya mengerti betul serangan terhadap saya itu sudah tidak masuk diakal menurut saya,” imbuhnya.

Ade juga mempertanyakan, mengapa dirinya dituntut oleh Fahira Idris dengan pasal yang ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara.

“Aneh juga, mereka menggunakan ancaman yang hukumannya di atas 5 tahun dan juga ada petisi, kemudian ada ancaman, kemudian ada maki-maki, buat saya itu lengkap semua,” pungkasnya.

Sebelumnya Fahira Idris melaporkan Ade Armando ke Polda Metro Jaya akibat unggahan Ade Armando di akun Facebooknya yang berisi gambar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerupai Joker. (Daniel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *