Jaksa Agung: Tidak Ada Orang Kuat di kasus Bansos Sumsel 

HEADLINE HUKRIM

Tak Kunjung Tetapkan Tersangka

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA : Jaksa Agung ST.  Burhanuddin ingatkan tidak ada orang besar dalam penanganan Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin,  terkait kasus Bansos Sumsel.

“Lhi,  badan saya juga besar kok, ” seloroh Burhanuddin,  yang diikuti tawa wartawan,  di Kejaksaan Agung,  Jumat (8/11).

Dia menegaskan tidak ada istilah orang besar dan orang kecil,  dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi.

“Bagi saya,  siapa pun dapat menjadi tersangka tanpa terkecuali sepanjang didukung alat bukti yang cukup, ”  kata Jaksa Agung dengan nada cukup tinggi.

Hanya saja,  pria berkumis ini belum dapat memastikan penetapan tersangka kasus dugaan korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos)  Pemprov Sumsel Jilid II.

“Tungggulah, ” pinta Mantan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) dengan senyum seolah meminta pengertian wartawan.

SUDAH TIGA BULAN

Dalam penyidikan Jilid II kasus Bansos Sumsel, sejumlah pejabat eselon satu dan dua Pemprov Sumsel sudah diperiksa.  Bahkan,  Gubernur Sumsel (saat itu)  telah diperiksa,  Rabu (14/8).

Pemeriksaan Alex sempat diawali ancaman akan dijemput paksa, karena sempat dua kali dipanggil tidak hadir tanpa alasan. Malah,  perkara ini sempat dua kali ekspose (gelar perkara), Oktober 2018, tetapi tetap belum ditetapkan tersangka. Sampai kemudian ada ‘Joke’ di kalangan wartawan ada orang besar sehingga kasus itu mangkrak di Gedung Bundar.

FAKTA HUKUM

Penerbitan Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) Jilid II bernomor: Prin 45 / F. 2 / Fd. 1/05/2017,   15 Mei 2017 adalah

pengembangan Sprindik Jilid I yang bernomor : Print-95 / F / Fd. 1/09/2015, tanggal 8 September 2016.

Langkah itu dilalukan,  kata Direktur Penyidikan (saat itu)  Warih Sadono karena ditemukan fakta hukum, dalam persidangan, di Pengadilan Tipikor Palembang.

Peraidangan digelar atas nama nama terdakwa Ikhwanuddin, Kepala Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Pemprov Sumsel dan Kaban Manajemen Keuangan) dan Aset Daerah Laonma Pasindka Tobing, 2017.

Kedua terdakwa mengaku hanya menjalankan pejabat atasan dalam menyalurkan dana Bansos Sumses yang tidak tepat sasaran.  Akhirnya, negara dirugikan sebesar Rp21 miliar. (ahi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *