Kemenpora Tidak Targetkan Indonesia Juara Umum Sea Games 2019

HEADLINE PARLEMEN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Dewa Broto menyatakan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak akan menargetkan Indonesia untuk meraih gelar juara umum pada perhelatan Sea Games 2019 yang akan berlangsung di Manila, Filipina.

Hal tersebut diungkapkan Gatot di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (13/11/2019).

Gatot mengatakan, jangankan juara umum, menargerkatkan peringkat 2 atau 3 saja masih dirasakan terlalu muluk.

“Untuk pencapaian medali di Sea Games nanti, kami tidak akan muluk-muluk. Kalau mau jadi juara umum itu namanya kami PHP. Satu tidak, dua juga tidak, tiga juga sulit,” katanya.

Gatot beralasan, dirinya tidak menargetkan posisi pada Sea Games nanti karena Sea Games berbeda dengan Asian Games dan Olimpiade.

“Kalau Asian Games dan Olimpiade itu sudah jelas, cabang olahraganya (cabornya) apa saja, number of defendnya apa saja. Kalau Sea Games ini kan suka-sukanya tuan rumah menentukan cabor,” jelasnya.

Revisi Anggaran Sea Games 2019

Gatot menyebut, revisi anggaran untuk Sea Games 2019 telah selesai.

“Karena seperti yang tadi saya sampaikan kepada anggota dewan, secara nasional yang namanya revisi itu kan tanggal 31 Oktober,” tuturnya.

Gatot menjelaskan, tadi malam ada kabar baik, kalau bahasa kami yaitu memperkecil jarak.

“Artinya yang tersedia dari Kemenpora itu 47 miliar tetapi yang mereka minta 64 miliar. Tapi alhamdulilah sudah mendekati angka 60,” ungkapnya.

Gatot berpendapat, mengapa tidak sampai 64 miliar seperti yang diinginkan Komite Olahraga Indonesia (KOI)?

“Alasannya ada 2, yakni kami kan harus melakukan koreksi dan investigasi. Jangan sampai nanti ada yang dobel kemudian ada yang tidak perlu tetapi dipaksakan, yang tidak lalah pentingnya nanti kalau auditor masuk, nanti jangan sampai ada kesan Kemenpora hanya memenuhi apa yang semuanya diminta,” ucapnya.

Gatot menganalogikan, dalam kehidupan sehari-hari kita kalau bargaining dengan orang kan kalau bisa menawar, nah tawaran kami itu di angka 59 koma sekian.

“Angka tersebut sudah dikunci. Karena dari DJA sudah terbit tadi malam itu di angka 59 koma sekian itu. Dan itu istilah KOI, KOI sangat happy sekali,” terangnya.

Gatot juga mengungkapkan, tambahan dana revisi tersebut berasal dari beberapa kegiatan yang tidak terserap.

“Karena yang menjadi concern anggota dewan itu seminggu yang lalu sebelum raker di sini dipertanyakan, mengapa anggaran Kemenpora masih rendah,” tandasnya.

Gatot mengaku, padahal sudah kami jelaskan, anggaran rendah karena Sea Games-nya saja baru berlangsung di bulan Desember.

“Bonusnya akan berikan pertengahan Desember. Nanti begitu selesai baru kenaikannya akan drastis sekali,” katanya.

MoU Kemenpora Dan KOI

Terkait MoU Kemenpora dengan KOI mengenai pencairan dana operasional Sea Games 2019, Gatot mengatakan, MoU mengenai dana tersebut menurut laporan dari KOI dan Deputi 4 Kemenpora paling lambat akan dilaksanakan pada hari Jumat (15/11/2019).

“Karena menghitungnya begini, apabila hari Jumat sudah MoU, lima hari berikutnya sama berlaku dengan cabang olahraga, itu langsung pencairan,” imbuhnya.

Gatot menambahkan, MoU Kemenpora dengan KOI terpaksa harus dipercepat.

“Kenapa harus dipercepat? Karena kalau tidak bisa terlambat karena pembukaan Sea Games kan tinggal menghitung hari,” tutupnya. (Daniel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *