Berkas  Suap Jaksa Kejati Jateng Tinggal Hitungan Hari Dilimpahkan ke Pengadilan

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS. ID- JAKARTA : Berkas empat tersangka kasus dugaan suap Jaksa Kejati (Kejaksaan Tinggi)  Jateng tinggal menunggu hari untuk dilimpahkan ke pengadilan.

“Berkasnya sekarang tengah kita teliti (di Bagian Penuntutan) oleh tim jaksa peneliti, ” kata Direktur Penuntutan pada Pidana Khusus Febrie Adriansyah, di Gedung Bundar,  Kejaksaan Agung,  Rabu (13/11) malam.

Sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur)  penanganan perkara,  bila tim jaksa peneliti menyatakan lengkap (P 21), maka perkara dilimpahkan ke pengadilan untuk diadili.

“Jika belum lengkap, maka perkara dikembalikan ke Bagian Penyidikan untuk diperbaiki.  Lalu,  dilimpahkan lagi ke Penuntutan, ” jelas Febrie.

SURYA SOEDHARMA

Berkas empat tersangka kasus suap Jaksa Kejati Jateng sekitar Rp5,2 miliar (semula hanya 250 ribu dolar Singapura setara Rp2,5 miliar), adalah atas nama Mantan Aspidsus Kejati Jateng Kusnin.

Lalu,  Kasie Penuntutan pada Pidsus Kejati Jateng M. Rustam Effendi dan Staf Tata Usaha Kejati Jateng Benny Chrisnawan. Mereka ditetapkan tersangka,  Juli 2019.

Terakhir, adalah Surya Soedharma (Pemilik PT Suryasemarang Sukses Jayatama) yang diduga berperan sebagai penyuap. Ditetapkan tersangka,  7 Oktober 2019 sesuai nomor: Print-29/F 2/Fd. 1/09/2019.

“Benar,  yang bersangkutan telah dijadikan tersangka, beberapa waktu lalu menyusul tiga tersangka sebelumnya, ” kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Asri Agung Putra terpisah.

Sedangkan, Mantan Kajati Jateng Sadiman dan Kajari Semarang Dwi Samudji masih berstatus saksi.

Surya adalah terdakwa perkara kepabeanan yang diadili,  di PN Semarang,  Jateng.  Dia hanya dituntut selama setahun dan masa percobaan setahun.  Padahal, sesuai UU Kepabeanan terdakwa minimal dituntut selama dua tahun.

ALFIN SUHERMAN

Kasus berawal penyidikan advokat Alvin Suherman yang terjaring OTT KPK dalam kasus suap Jaksa Kejati DKI (perkara terpisah).  KPK memperoleh keterangan tentang praktik serula di Kejati Jateng.

Dalam dakwaan Alvin yang dibacakan Jaksa Wawan Yunarwanto,   di Pengadilan Tipikor Jakarta,  yang juga pengacara Surya Soedharma,  Rabu (19/9) terungkap uang suap itu terdiri Rp1. 050 miliar,  Dolar Singapura 325 ribu (kurs Rp10 ribu) setara Rp3,3 miliar dam Dolar AS 64 ribu (kurs Rp14 ribu)  setara Rp902 juta.

Uang itu diberikan kepada empat jaksa, 21 Mei 2019 guna mengurus tuntutan Surya agar diringankan.  Mereka, Kusnin,  M Rustam Efendy  dan Benny Chrisnawan serta Adi Wicaksana (Kasie Eksekusi, dan Eksaminasi Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng. Adi sampai kini hanya berstatus saksi dalam perkara suap oleh Kejagung.

Perbuatan Alvin diduga dilakukan bersama dengan Surya Soedharma dan Hendra Setiawan. Surya dijadikan tersangka oleh  penyidik Ditjen Bea Cukai Kanwil Jateng,  terkait kasus kepabeanan dengan kerugian negara senilai Rp33 miliar. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *