Dua Oknum Jaksa DKI Ditangkap,  Kapuspenkum: Jika Terbukti Memeras Rp1 M, Mereka Dijerat Korupsi

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA : Dua oknum Jaksa Kejati DKI dan seorang unsur swasta ditangkap oleh Tim Gabungan Kejaksaan Agung,  Senin (2/12) sekitar pukul 14. 50 WIB.

Mereka ditangkap terkait dugaan pemerasan terhadap pelapor M Yusuf sekaligus saksi kasus korupsi, di PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari (BUMN)  sebesar Rp1 miliar (M).

Tim Gabungan terdiri  dari Jaksa pada Jaksa Agung Muda Pengawasan (Tim Saber Pungli) dan Tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi (Tim PAM SDO) pada Jaksa Agung Muda Intelijen.

Kapuspenkum  Mukri mengatakan dua oknum jaksa tersebut,  adalah YRM yang menjabat sebagai Kasi Penyidikan pada Aspidsus Kejati DKI dan “FYP” (Kasubsi Tipikor dan TPPU pada Aspidsus Kejati DKI).

Sedangkan pihak swasta yang menjadi perantara dalam pemerasan ini adalah Cecep Hidayat.

“Mereka kini tengah diperiksa intensif di Bagian Pengawasan Kejagung,” kata Mukri saat dihubungi,  di sela Rapat Kerja Nasional Kejaksaan,  di Hotel Yasmin,  Cianjur,  Selasa (3/12).

Mukri menjelaskan kedua oknum jaksa tersebut dapat dijerat dengan tindak pidana korupsi,  jika terbukti ditemukan unsur pidana dari hasil pemeriksaan Pengawasan.

“Penanganannya terhadap mereka otomatis akan diserahkan ke Gedung Bundar,  Pidana Khusus,  Kejagung, ” terangnya.

Sementara Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati DKI Warih Sadono yang dihubungi terpisah mempersilahkan konfiemasi ke Kapuspenkm atau Kasioenkum Kejati DKI.

“Silahkan konfirmasi ke Pak Kapuspenkum Kejagung atau Kaspenkum Kejati DKI, ” saran Warih.

Permintaan uang oleh Jaksa  FYP terkait dengan kasus dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan PT.Dok dan Perkapalan Koja Bahari (Persero) tahun 2012-2017 yang sedang ditangani Pidsus Kejati DKI. M. Yusuf adalah salah seorang saksi dalam kasus tersebut.

TERCORENG LAGI

Informasi ini mencuat pertama kali saat Jaksa Agung ST Burhanuddin membuka Rakernas Kejaksaan,  di Hotel Jasmin,  Cianjur yang berlangsung hingga 6 Desember.

Tindakan dan perilaku tidak parut terjadi ketika ST Burhanuddin tengah bersih-bersih lembaga Kejaksaan dan ancaman pemecatan terhadap jaksa nakal.

Upaya ini menyikapi permintaan Presiden Jokowi untuk memecat Jaksa dan Polisi minta duit kepada pejabat dan pengusaha,  dalam pertemuan dengan unsur Kejaksaan dan Polri serta pihak terkait,  di Sentul,  Bogor,  bulan lalu.

Kasus dugaan pemerasan di Kejati (Kejaksaan Tinggi)  DKI Jakarta adalah kedua kalinya terjadi,  setelah yang pertama terkait perkara penipuan investasi Rp11 miliar atas nama Hary Suwanda dan Raymond Rawunf,   Juni lalu.

Empat Jaksa Kejati DKI yang ditangkap dalam OTT KPK,  adalah Mantan Aspidum Agus Winoto yang kasusnya ditangani oleh KPK.

Serta tiga jaksa lainnya,  ditangani oleh Gedung Bundar,  Kejaksaan Agung.  Mereka,  adalah Yuniar Sinar Pamungkas (Mantan Kepala Seksi Keamanan Negara dan Ketertiban Umum pada Tindak Pidana Umum).

Dua lainnya,  adalah Yadi Hedianto (Mantan Kepala Subseksi Penuntutan). Terakhir,  Arih Wira Suranta Ginting (Mantan Ketua Tim Jaksa Penuntut).

Berkas perkara sebentar lagi bakal dilimpah ke Pengadilan Tipikor usai pelimpahan tahap dua ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,  dua pekan lalu. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *