Ketua MPR RI Berharap KPK Lebih Gencar Lagi Dalam Pemberantasan Korupsi

HEADLINE PARLEMEN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan ucapan Hari Anti Korupsi sedunia yang diperingati setiap tanggal 9 Desember kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal tersebut disampaikan politisi yang akrab disapa Bamsoet tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (9/12/2019).

Bamsoet berharap, Hari Korupsi Internasional tahun ini dapat dijadikan momentum bagi KPK untuk lebih gencar lagi dalam usaha pemberantasan korupsi di Tanah Air.

“Selamat kepada KPK yang hari ini menyelenggarakan Hari Anti Korupsi sedunia. Saya berharap KPK ke depannya dapat menjalankan tugas-tugasnya lebih baik lagi dan lebih gencar lagi dalam hal pemberantasan korupsi,” katanya.

Bamsoet menegaskan, Undang-Undang KPK yang baru tidak menjadi halangan bagi KPK untuk tetap bekerja lebih giat lagi.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pak Agus (Raharjo -red) semua pimpinan KPK yang selama ini telah bekerja keras dalam melaksanakan tugas-tugasnya mencegah korupsi,” ujarnya.

Bamsoet mengaku, dirinya berharap apa yang sudah dikerjakan oleh para pimpinan KPK saat ini dapat dilanjutkan oleh para penggantinya dengan sebaik-baiknya.

“Untuk MPR RI tentunya akan mengawal keberadaan KPK agar tetap ada dalam sistem ketatanegaraan kita. Kita juga akan mendorong dan meminta kepada DPR juga tetap menjaga KPK agar bisa bekerja dengan sebaik-baiknya,” tukasnya.

KPK Dalam Amandemen UUD’45

Mengenai amandemen UUD’45 yang saat ini menghadirkan banyak pro dan kontra, Bamsoet menjelaskan, ada yang menginginkan amandemen ada yang menolak.

“Tapi kalau desakan publik memang harus KPK masuk dalam UUD’45, kenapa tidak? Kita membuka ruang kepada siapapun yang memiliki apresasi apalagi tugas-tugas KPK sangat penting bagi rohani ekonomi kita.

Mantan wartawan Majalah Vista tersebut berjanji, akan mendorong DPR RI khususnya Komisi III untuk bekerjasama lebih erat lagi dengan KPK dalam setiap usaha pemberantasan korupsi.

“Kalau MPR itu kan bekerja di persoalan kebangsaan, sementara taktik politik sehari-hari (polipraktis) adalah tugas dari DPR. Nah tugas saya adalah mendorong DPR untuk belerjasama dengan KPK dalam hal memberantas korupsi khususnya di komisi III,” tutupnya. (Daniel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *