Sejumlah Jaksa Diperiksa Terkait Kasus PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Sejumlah jaksa pada Kejaksaan Tinggi (Kejati)  DKI Jakarta diperiksa oleh tim penyidik kasus dugaan pemerasan saksi sekitar Rp1 miliar,  di Kejaksaan Agung.

Namun, para jaksa yang ditemui usai pemeriksaan, di Gedung Bundar,  Jumat (13/12) sore tidak dapat ditemui,  karena sudah meninggalkan Gedung Bundar.

Mereka diperiksa untuk pemberkasan tiga tersangka atas nama tersangka Firsto Yan PR, Yanuar Rheza yang berprofesi Jaksa dan Cecep Hidayat (swasta).

Dua orang oknum jaksa dibantu Cecep diduga telah penyalahgunakan kekuasan memaksa orang lain untuk memberikan sejumlah uang terkait penyidikan kasus PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero).

Para jaksa yang diperiksa,  adalah Asisten Intelijen (Asintel)  Kejati DKI Teuku Rahman,  Asisten Pidana Khusus (Aspidsus)  Kejati DKI Siswanto.  Lalu,  tiga petugas Keamanan Dalam (Kamdal)  Kejati DKI Rakhmat,  Deni dan Martin.

Sebelumnya,  Kapuspenkum Mukri mengatakan dua oknum Jaksa Kejati DKI dan seorang swasta ditetapkan tersangka,  pekan lalu usai ditemukan fakfa hukum dalam pemeriksaan oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan.

“Tim penyidik Gedung Bundar lalu melakukan penahanan selama 20 hari dan dapat diperpanjang di Rutan Salemba Cabang Rutan Kejagung, ” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (6/12).

SAKSI

Kedua oknum Jaksa tersebut,    adalah YEM (Kasi Penyidikan Pidsus)  dan FYP (Kasubsi Tipikor dan TPPU) serta dari unsur swasta Cecep Hidayat.

“Sesuai penegasan Jaksa Agung ST.  Burhanuddin terhadap jaksa nakal harus dicopot dan dipecat. Harusnya hal itu ditindak-lanjuti agar memberikan penjeraan, ” pinta Koordinator MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Boyamin Saiman yang dihubungi terpisah,  Sabtu (14/12).

Mengingat tiga sebelumnya,  baru terjadi praktik suap terhadap Agus Winoto, Yadi,  Yuniar dan Ary sebesar Rp200 juta.

“Jadi,  sesungguhnya OTT KPK terhadap Agus belum dijadikan pelajaran. ”

Dugaan pemerasan sebesar Rp1 miliar,  terhadap Mantan Dirut PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari M.  Yusuf yang adalah pelapor sekaligus saksi.

Namun aksi kedua oknum jaksa yang diperantari Cecep berhasil dicium dan ditangkap oleh Tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi pada Intelijen Kejagung,  Senin (2/12).

Kronologis peristiwa,  15 Oktober diserahkan uang 20. Ribu Dolar AS di Hotel Puri Mega kepada perantara Cecep. Lalu,  Rp216 juta ditransfer ke rekening Cecep.

Kemudian,  diaerahkan lagi Rp500 juta kr Cecep di Hotel Puri Mega,  18 Oktober.  Terakhir,  Senin (2/12)  sebesar Rp50 juta. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *