Sekjen Pekerja Nilai Capaian Peserta Gagal Perburuk Kinerja BPJS Kesehatan

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID — JAKARTA: Capaian target kepesertaan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang gagal, bagi pengamat Timboel Siregar, semakin memperlihatkan kinerja amburadul, yang selama ini masih dililit defisit keuangan.

“Memang banyak faktor penyebab kegagalan pencapaian target kepesertaan, padahal sudah diundur satu tahun (semula target 1 Januari menjadi 31 Desember 2019),” ujar Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) itu, Sabtu (14/12/2019).
Saat ini, katanya, peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) masih kisaran 222 jutaan atau masih jauh dari target 256 juta kepesertaan akhir 2019 ini; perhitungan 95% x 267 juta peserta. Kendati diakuinya banyak faktor yang menyebabkan kegagalan mencapai target terkait memperingati hari Universal Health Coverage (UHC) yang jatuh pada 12 Desember.
Seperti Kinerja Direksi BPJS Kesehatan dalam rekrutmen peserta yang belum maksimal, dan juga komitmen pemerintah daerah untuk menggabungkan jaminan kesehatan daerah (jamkesda) masuk JKN, penegakkan hukum, pelayanan, dsb.
Hal itu pernah diisyaratkan Asisten Deputi Direksi bidang Pengelolaan Faskes Rujukan BPJS Kesehatan, Beno Herman, yang menyebut, defisit mencapai Rp 28 trilyun hingga akhir tahun 2019. “Kita ini menghitung dari iuran yang kita terima, kemudian kita hitung biaya pelayanan kesehatan. Ada Rp 9,1 trilyun itu terbawa dari 2018, yang belum terbayarkan dana piutang BPJS. Artinya defisit tahun ini hanya Rp 19 trilyunan lah,” tandasnya kepada wartawan.(royke)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *