Ahmad Doli Kurnia Nilai Tertangkapnya Seorang Komisioner KPU Dalam OTT KPK Merupakan Musibah

HEADLINE PARLEMEN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia menilai, tertangkapnya salah seorang Komisioner KPU dalam OTT KPK sebagai sebuah musibah bagi lembaga penyelenggara pemilu tersebut.

Hal tersebut disampaikan Doli saat dirinya memimpin RDP Komisi II DPR RI dengan KPU, Bawaslu, dan DKPP di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (14/1/2020).

“Kita ketahui salah satu institusi penyelenggara pemilu ini terkena musibah, dan saya kira ini bagian dari kita semua yang bersama-sama kita jaga,” katanya.

Terlepas musibah atau tidak, tutur Doli, Komisi II DPR RI memiliki tanggung jawab untuk bisa memastikan itu tidak ada pengaruhnya terhadap pelaksanaan Pilkada 2020.

“Kredibilitas penyelenggaraan pemilu ini harus kita tetap jaga,” imbuhnya.

Ketua DPD Golkar Sumatera Utara tersebut menghimbau, agar KPU jangan membuat kepercayaan publik terhadapnya menjadi luntur.

“Yang terpenting adalah, supaya jangan kelanjutan kepercayaan publik terhadap pelaksanan pemilu kemarin yang dinilai cukup sukses itu bisa berpengaruh terhadap pelaksaan Pilkada serentak 2020,” jelasnya.

Doli pun menerangkan, tingginya animo masyarakat mengikuti Pemilu 2019 kemarin dan kepercayaan yang tinggi terhadap KPU harus minimal dipertahankan dalam gelaran Pilkada 2020 mendatang.

“Karena kita punya tantangan kemarin partisipasi publik cukup tinggi dalam pelaksanan pilpres dan pileg itu. Masalah pilkada ini kami minta partisipasi publik yang tinggi itu bisa meningkat atau minimal sama. Karenanya kita punya kepentingan untuk menjaga itu semua,” tandasnya.

Komisioner Berintegritas

Sementara itu, anggota Komisi II DPR RI Johan Budi menegaskan, dibutuhkan komisioner KPU yang berintegritas untuk menghasilkan kepemimpinan yang berkualitas.

Yang perlu kita garis bawahi adalah integritas itu ada time-nya, Pak. Jadi ada waktunya. Semua komisoner ini baru ketahuan tidak berintegritas ketika ada penegak hukum menangkap itu.

Menurut Johan, bukan tidak mungkin ada Komisioner KPU lain yang terlibat dalam kasus suap tersebut.

“Jadi, tadi di awal biasanya KPU ada pemilu berintegritas, kok tadi sudah dihapus. Saya tidak menanyakan soal itu. Kita tunggu saja, apakah satu komisioner yang kena, ataukah komisioner yang lain kena juga,” terangnya.

Johan mengungkapkan, ternyata modus operandi yang dimainkan dalam kasus ini baru.

“Kalau dulu kan komsionernya itu kan bermain di pengadaan barang dan jasa, ternyata ada modus baru. Baru atau sudah lama, baru ketahuan sekarang, saya juga tidak tahu. Dan ternyata bisa juga dimainkan juga oleh komisioner,” papar kader PDIP tersebut.

Terakhir, Johan menyarankan, KPU untuk segera mengganti seorang komisioner yang telah diciduk KPK tersebut.

“Yang terakhir, segeralah itu diganti komisionernya, agar pelaksanaaan pilkada serentak ini berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Daniel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *