Kasus Mega Korupsi Jiwasraya, Jampidsus: Tidak Berhenti Pada Lima Tersangka

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) M.  Adi Toegarisman mengatakan penetapan lima tersangka kasus mega korupsi di PT Asuransi Jiwasraya,   karena sudah ditemukan alat bukti yang cukup.

“Bahwa tim penyidik menindak lanjuti dengan menahan kelima tersangka, guna kelancaran proses penyidikan,  seperti diatur di KUHAP, ” jelas Adi dalam keterangan pers, di Gedung Bundar,  Kejagung,  Selasa (14/1) malam.

Didampingi Direktur Penyidikan Febrie Adriansyah,  Kapuspenmum Hari Setiyono,  Adi mengingatkan proses penyidikan masih terus berjalan.

“Tapi,  saya tidak dapat katakan siapa tersangka berikutnya.  Ikuti saja proses penyidikan, ” ucapnya diplomatis.

Tentang upaya pemblokiran aset dan rekening tersangka,  Adi kembali mengingatkan bahwa semua ada proses dan pentahapannya.

“Ikuti saja perkembangannya, ” tandasnya singkat.

DELAPAN LAGI

Lima orang yang dijadikan tersangka oleh Kejagung,  Selasa siang ini adalah bagian dari 13 orang yang telah dicegah bepergian ke luar negeri,  sejak Desember 2019.

Delapan orang lagi masih berstatus saksi dan beberapa telah,  sedang dan akan dijadwal lagi pemeriksaan.

Mereka, adalah  Eldin Rizal Nasution,    Asmawi Syam, Getta Leonardo Arisanto, De Yong Adrian, Muhammad Zamkhani, Djony Wiguna. Lalu,  Agustin Widhiastuti dan Mohammad Rommy.

Lima yang dicegah dan dijadikan tersangka,  adalah Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro.

Lalu,  Mantan Kadiv Investasi PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan, Heru Hidayat (Preskom PT Trada Alam Minera)  dan Hendrisman Rahim (Mantan Dirut PT Asuransi Jiwasraya)

Kasus mega korupsi mencuat,  setelah PT Asuransi Jiwasraya gagal bayar premi dari JS Saving Plan sebanyak Ro12,4 triliun, Desember 2019

Produk yang menawarkan bunga di atas bunga deposito dan obligaei  ini mampu menyedot nasabah, tidak terkecuali warga negara Korea Selatan.

Tetapi,  sayangnya dana yang terkumpul dibelikan saham-saham gorengan dan reksadana yang berkualitas rendah.

Saham-saham gorengan itu,  , antara lain PT Sugih Energy (SUGI),  PT Trikomsel Oke (TRIO), PT Eureka Prima Jakarta (LCGP).  Serta saham Bank BJB (BJBR), saham Semen Baturaja (SMBR)  dan PT PP Properti.

Akibatnya, Jiwasraya kebobolan bahkan kebangkrutan,  karrna antara kewajiban dengan aset sudah jauh timpang. Dirut PT Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menyampaikan gagal bayar pada rapat Komisi VI DPR,  Senin (16/12/2019). (ahi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *