Ketua KPK Bantah Kasus Jiwasraya Akan Diambil Alih KPK

HEADLINE PARLEMEN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Ketua KPK Irjen Pol Firli Bahuri membantah, kasus dugaan korupsi Asuransi Jiwasraya akan diambil alih KPK.

Hal tersebut disampaikan Firli kepada para wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (14/1/2020) usai dirinya menghadiri pertemuan tertutup dengan para Pimpinan MPR RI.

Firli menyatakan, KPK hanya akan memberikan dukungan kepada pihak Kejaksaan Agung (Kejakgung) dalam penanganan kasus dugaan korupsi Asuransi Jiwasraya.

“Oh, tidak, tidak. Jiwasraya kita akan memberikan dukungan kepada kejaksaan. Ya, karena itu sudah ditangani oleh kejaksaan. Oke.

Mengenai kasus dugaan korupsi di dalam tubuh Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), alumni Akpol 1990 tersebut mengatakan, dirinya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan BPK dalam pengusutan kasus tersebut.

“Terkait dengan temuan ataupun informasi terkait dengan Asabri kami harus bekerjasama dengan BPK. Kita harus dengarkan dulu bagaimana temuan dari BPK.

Firli mengaku, KPK tidak dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan apabila tidak mendapatkan informasi yang jelas dari pihak yang berwenang.

“Tentu kita tidak bisa melakukan suatu tindakan penyelidikan, penyidikan apabila tidak ada konfirmasi yang jelas dan tentu ini akan kita bahas dengan BPK. Saya sudah berhubungan dengan BPK untuk tindak lanjut daripada Asabri itu,” tutupnya.

Harun Masiku Belum DPO

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyatakan, tersangka kasus suap kepada Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Harun Masiku belum ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Belum, kita belum mengeluarkan surat apa-apa. Kita baru dapat informasi bahwa yang bersangkutan sudah ke luar pada tanggal 6 Januari kemarin,” jelasnya.

Lantaran, Harun Masiku sedang berada di luar negeri, maka Alexander berharap, yang bersangkutan segera kembali ke Indonesia.

“Yang bersangkutan saat ini sedang di luar negeri, dan belum kembali lagi. Oleh karenanya kami himbau dulu supaya yang bersangkutan kooperatif kembali ke Indonesia,” imbuhnya.

Terkait sikap PDIP yang tidak ingin membantu dalam upaya pencarian tersangka Harun Masiku, Alexander mengaku, dirinya tidak mempermasalahkannya.

“Tidak masalah. Pada prinsipnya nanti kan kami akan undang yang bersangkutan,” pungkasnya. (Daniel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *