Ketua KPU: Kasus Penangkapan Komisioner Tak Turunkan Kepercayaan Publik Terhadap KPU

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Ketua KPU Arief Budiman menilai, tertangkapnya salah seorang Komisioner KPU dalam OTT KPK, pekan lalu tidak serta merta membuat kepercayaan publik terhadap KPU menurun.

Hal tersebut ditegaskan Arief usai dirinya mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (14/1/2020).

“Sebaiknya Anda jangan menyimpulkan dulu. Bahwa masyarakat kemudian bertanya, mengapa KPU sampai terjadi peristiwa semakin ini, memang iya. Tapi kalau anda lihat trend di beberapa survei, tingkat kepercayaan orang kepada KPU cukup tinggi,” katanya.

Memang, jelas Arief, kasus tersebut membawa pengaruh terhadap lembaga yang dipimpinnya, tetapi tidak signifikan, karena KPU konsisten dengan kebijakannya.

“Bahwa sekarang ada pengaruhnya, saya rasa ada pengaruhnya, tetapi jangan menyimpulkan orang sudah tidak percaya dengan KPU. KPU konsisten dengan kebijakan yang dikeluarkan,” tegasnya.

Menurut Arief, kasus tersebut sangat memukul lembaga penyelenggara pemilu tersebut dan berjanji akan menjadikannya pelajaran berharga.

“Peristiwa itu sangat memukul kita. Kita juga menjadi sangat prihatin. KPU harus menjadikan ini pelajaran berharga, tidak hanya untuk KPU Pusat tapi juga KPU Propinsi dan Kabupaten/Kota,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Arief menghimbau, jajarannya untuk semakin waspada dan semakin menjaga integritas.

“Makanya saya ingatkan terus mereka agar ini jd pelajaran agar semakin waspada dan semakin menjaga integritas. Dan dalam bekerja harus ikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku,” imbuhnya.

Keterlibatan Komisioner KPU Lain

Terkait tudingan anggota Komisi II DPR RI Johan Budi mengenai kemungkinan keterlibatan Komisioner KPU lainnya dalam kasus ini, Arief menegaskan, hal tersebut belum dapat dibuktikan kebenarannya.

“Sampai hari ini kan tidak ada dan kami sudah sampaikan ke publik ke KPK juga bagaimana kami mengambil keputusan untuk hal ini. Yang kemudian disangkakan menjadi perkara kepada Saudara Wahyu Setiawan,” tukasnya.

Arief mengaku, dirinya tidak keberatan dengan pernyataan Johan Budi tersebut yang seakan menyudutkan dirinya juga sebagai salah satu Komisioner KPU.

“Ya tidak apa, tentu saya senang. Kalau ada yang terlibat harus ditangkap. Kalau tidak ada yang terlibat tidak boleh dikait-kaitkan. Gitu loh,” imbuhnya.

Arief juga menyarankan, kepada aparat penegak hukum untuk bertindak fair dan tidak mengkait-kaitkan seseorang apabila tidak dapat membuktikannya.

“Fair saja. Kalau tidak terlibat jangan dikait-kaitkan, tapi kalau ada yang terlibat silakan ditangkap. Gitu saja,” sambungnya.

Arief juga menanggapi, desakan agar KPU segera menggelar rakornas terkait kasus tersebut.

“Kalau analisisnya kan sebetulnya penjelasan kasus ini seperti apa sih. KPU harus mampu menyampaikan dengan jelas bagaimana cara KPU mengambil kebijakan. Apakah semua terlibat, apakah ada yang berbeda pendapat. Saya pikir itu sudah saya sampaikan ke teman-teman media,” pungkasnya. (Daniel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *