Martin Manurung: Pembentukan Pansus Jiwasraya Adalah Suatu Urgensi

HEADLINE PARLEMEN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung pembentukan Pansus Jiwasraya merupakan urgensi untuk menjamin pengusutan kasus korupsi di tubuh Asuransi Jiwasraya sesuai dengan proses.

Hal tersebut disampaikan Martin kepada para awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (15/1/2020).

Martin menambahkan, dibentuknya Pansus Jiwasraya sama sekali tidak bertujuan untuk membuat kegaduhan.

“Iya, dan pansus ini harus disadari bukan untuk membuat kegaduhan. Justru untuk menjamin semua proses ini terselenggara dengan baik on the track,” katanya.

Menurut Martin, alasan pembentukan Pansus Jiwasraya lantaran, Asuransi Jiwasraya merupakan BUMN, sehingga diperlukan lintas komisi untuk menanganinya.

“Karena Jiwasraya adalah BUMN sekaligus lembaga keuangan, maka tidak mungkin itu hanya wilayah kerja Komisi VI,” jelasnya.

Martin berpendapat, Asuransi Jiwasraya berurusan dengan Komisi XI DPR RI karena merupakan bagian dari lembaga keuangan.

“Ada komisi XI, karena lembaga keuangan itu terkait dengan komisi XI. juga lembaga-lembaga yang harusnya mengawasi dan juga melakukan audit seperti OJK dan BPK itu wilayah kerja komisi XI,” ucapnya.

Anggota DPR RI asal Dapil Sumut 2 ini menjelaskan, tidak mungkin Komisi VI dan XI DPR RI bekerja sendiri-sendiri dalam pengusutan kasus Jiwasraya ini, lantaran keduanya memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Sementara wilayah kerja Komisi VI adalah memastikan proses seluruh terkait dengan aksi korporasi yang dilakukan oleh Jiwasraya dan kementerian BUMN untuk mencari uang bagaimana menutupi uang di jiwasraya ini itu wilayah kerja komisi VI. Jadi komisi VI dan XI tidak mungkin kerja sendiri-sendiri,” tutupnya.

Pengembalian Dana Nasabah

Sementara itu, admin Forum Korban Jiwasraya Puspita menyatakan, prioritas utama pihaknya adalah bagaimana Asuransi Jiwasraya dapat mengembalikan polis milik mereka.

“Memprioritaskan perjuangan pertama adalah membayar kembali polis polis kita. Karena ini sudah satu setengah tahun, dan kita menunggu dan menunggu tanpa menerima apapun juga,” ungkapnya.

Menurutnya, alasan utama para nasabah memilik produk yang dikeluarkan Jiwasraya, yakni adalah lantaran produk tersebut dianggap paling aman.

“Asuransi, jadi kalau ada apa-apa dengan kita langsung cair. Anak kita, keluarga kita, bisa langsung menggunakan dana ini. Jadi, lebih aman dari deposito, lebih aman dari fiek in cam. Itu masih naik turun perolehannya, ini tidak, ini sudah fix,” jelasnya.

Puspita mengatakan, meskipun keuntungannya lebih kecil dan rendah dibandingkan produk keuangan lainnya, namun asuransi tetap dianggap paling rendah resikonya.

“Ini memang lebih kecil, lebih rendah, tetapi kami tetap memilih asuransi karena ini bisa dicairkan kalau terjadi apa-apa. Jadi kalau tertanggungnya kalau bisa memakai dana itu, itu saja,” tuturnya.

Puspita mengaku, dirinya dan para nasabah Jiwasraya lainnya sudah lelah menunggu janji yang disampaikan Jiwasraya, padahal para nasabah banyak yang telah berusia lanjut.

“Dan kita, kalau disuruh menunggu lama, kita kehilangan energi, kita capek. Sudah satu setengah tahun. Member kita adalah orang yang tua, yang penuh dengan penyakit. Bukan orang-orang yang sehat. Kita ini bukan konglomerat loh. Member kita ada 300 orang, 10 persen di atas 70 tahun. Bayangkan,” tukasnya.

Puspita mengaku, dirinya bersyukur karena pihak kepolisian dan kejaksaan telah menangani kasus ini.

“Kita bersyukur sekali kalau prioritasnya itu. Karena kalau Bareskrim, kepolisian, kejaksaan, terus terang saya hanya masyarakat biasa. Saya tidak terbiasa dengan istilah kejaksaan, saya manusia biasa, saya tidak pernah berurusan dengan hukum atau apa, tidak,” tandasnya.

Yang tepenting, lanjut Puspita adalah bagaimana dana para nasabah di Asuransi Jiwasraya dapat dikembalikan, dan pembentukan Pansus atau Panja bukanlah suatu yang terlalu penting.

“Buat saya yang perlu adalah dana kita kembali. Saya tidak mengerti, panja pansus. Bagi saya yang penting, uang member kita, yang seluruhnya digelapkan oleh Jiwasraya dikembalikan merah putih, negara kita,” pungkasnya. (Daniel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *