Tersangka  AJ Dijerat Seumur Hidup

HEADLINE HUKRIM

Sekjen LPRI: Dukung Langkah Kejagung

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA :Mantan Dirut Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (AJ) Hary Prasetyo Dkk diancam pidana badan (penjara)  seumur hidup ataiu paling lama  20 tahun.

“Mereka (para tersangka)  dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor, ” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus)  M.  Adi Toegarisman,  di Jakarta,  Rabu (15/1).

Selain Hary Prasetyo,  Selasa (14/1) ditetapkan 4 tersangka lain dan ditahan,  yakno Heru Hidayat,  Benny Tjokrosapitro,  Hendrisman Rahim fan Syahmirwan.

Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 31/1999, yang dirubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) mengancam pelaku 20 tahun penjara.

Menurut Adi,  sangkaan kepada para tersangka,  karena sesuai dengan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan para pelaku.

“Bagaimana peran dan konstruksi hukum,  itu sudah masuk materi perkara.  Maaf,  saya tidak bisa jelaskan disini, ” tandasnya.

Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor menyebutkan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yang dapat merugikan keuangan negara atau pwrekonomian negara dipidana penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun.  Denda paling sedikit Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar.

Sementara Pasal 3 disebutkan setiap orang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan,  kesempatan atau sarana yang ada padanya,  karena jabatan atau karena kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana seumur atau pidana singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun. Denda paling sedikit Rp50 juta dan maksimal Rp1 miliar.

SEUMUR HIDUP

Sekjen Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI)  Iqbal Daud Hutapea yang dihubungi terpisah mendukung langkah tim penyidik,  yang menjerat tersangka dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor.

“Apalagi,  jika kemudian dalam tuntutan mereka nanti dikenakan pidana seumur hidup (Pasal 3),” tukas Iqbal.

Dia beralasan dugaan tindak pidana yang dilakukan sudah sangat meresahkan dan menganggu keuangan negara serta merusak bisnis asuransi .

“Yang utama lagi,  Statement Presiden Jokowi yang meminta para koruptor dihukum berat.  Bahkan diwacanakan hukukan mati. ”

Terkait dengan keinginanan pemerintahan sekarang membersihkan institusi negara, termasuk BUMN maka tuntutan seumur hidup sudah tepat.

“Saatnya komitmen pemerintah itu diwujudkan agar tidak terkesan heboh, di awal,  namun belakangan tidak dituntut seumur hidup dengan aneka dalih, ” ujarnya.

D alam persidangan kasus korupsi,  Kejaksaan Agung pernah menuntut terdakwa kasus pembobolan Bank BNI sebesar Rp1,2 triliun Adrian Waworuntu dengan seumur hidup.

Tuntutan JPU Syaiful Thahir di PN Jakarta Selatan,  Senin (21/2/2005) di hadapan majelis hakim Roki Panjaitan dikabulkan majelis,  dalam pembacaan putusan,  Rabu (30/3/2005).

Alasa,  JPU Adrian terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU No.  31/1999. Serta dakwaan subsider pasal 3 ayat 1 sub a UU No.  25/5003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dalam putusannya, majelis sependapat terdakwa melanggar pasal 2 ayat 1jo pasal 18 UU No.  31/1999 dan dakwaan subsider pasal 3 ayat 1 huruf a UU No. 25/2003.

Adrian,  terbukti membobol BankBNI Kebayotan Baru  melalui bendera PT Sarana Bintan Jaya, 2003 melalui konspirasi dengan sejumlah pihak.

Para pihak lain,  adalah Ollah Abdullah (Dirut Gramaribdo Mega Indonesia),  Aprilla Widhata (Dirut PT Pantipros),  Adrian P.  Lumowa (Dirut PT Magnetik Usaha Infonesia),  Richard Kontul (Dirut PT Metranta).

Lalu,  Kadiv Internasipnal BNI Wayan Saputra,  Quality Assurance Divisi Kepatuhan BNI Aan Suryana. Merka terbukti bersalah dan  dipidana berkisat 8 hingga 5 tahun penjara. (ahi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *