Taati Maklumat, IPW Sarankan Kapolda Metro Batalkan Rencana Pemilihan Wagub DKI Jakarta

HEADLINE MEGAPOLITAN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S. Pane menghimbau, Kapolda Metro Jaya bersikap tegas kepada Ketua DPRD DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta untuk membatalkan pemilihan Wagub DKI Jakarta yang direncanakan Senin esok, (6/4/2020).

Hal tersebut disampaikan Neta kepada para awak media melalui keterangan tertulis, Minggu (5/4/2020).

Neta menilai, Kapolda Metro Jaya harus mematuhi maklumat Kapolri dan imbauan Presiden Jokowi untuk menjauhkan masyarakat dari aktifitas berkumpul dalam satu tempat selama status tanggap darurat wabah virus corona atau Covid-19 yang saat ini sudah menginfeksi hampir 2 ribu orang di Tanah Air.

“Pemilihan wagub bukanlah hal yang penting dan urgen bagi warga DKI Jakarta. Terlebih, selama ini tidak ada wagub juga tak masalah bagi warga Jakarta maupun bagi Gubernur Anies Baswedan, semua bisa berjalan normal,” katanya.

Yang terpenting, sambung Neta, kesehatan warga Jakarta tidak semakin buruk dan terganggu.

“Pelarangan terhadap pemilihan wagub ini perlu dilakukan secara tegas, mengingat Gubernur Anies berkali kali menegaskan bahwa pandemi Covid-19 di Jakarta sudah sangat parah dan terbesar di Indonesia,” imbuhnya.

Selain itu, jelas Neta, Maklumat Kapolri dan imbauan Presiden Jokowi harus dipatuhi seluruh Kapolda di negeri ini.

“Tanpa terkecuali Jika memang ada kerumunan, maka harus dibubarkan, termasuk jika DPRD tetap nekat melakukan pemiihan wagub,” ujar pria kelahiran Medan, 55 tahun yang lalu ini.

Neta mengatakan, jika Kapolda Metro Jaya masih tetap memberikan izin pelaksanaan pemilihan wakil gubernur (pilwagub), berarti Kapolda Metro telah menganggap maklumat Kapolri tentang larangan berkumpul pada masyarakat, tidak memiliki pengaruh dan tidak dihargai sama sekali.

“Karena tidak dihargai lagi oleh Kapolda, sebaiknya Kapolri Idham Aziz harus segera mencabut maklumat tersebut,” pintanya.

Menurut Neta, untuk apa ada maklumat kalau tidak digunakan, sama halnya itu tidak ada maklumat dan makluat itu tidak ada wibawanya.

“Sebaiknya dicabut maklumat itu, untuk menjaga kewibawaan Polri dan Kapolri,” tegasnya.

Neta meyakini, pernyataan Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub DKI Jakarta yang memastikan akan menggunakan protokol pelaksanaan untuk mematuhi
Social Distancing dan Physical Distancing hanyalah teori belaka.

“Apalagi kalau kita berkaca pada persoalan di Bekasi yang melaksanakan rapid test toh malah menjadi kacau dan diprotes para media yang hadir,” ungkapnya.

Jadi, lanjut Neta, sangat jelas jika teori berbeda dengan praktek di lapangan.

Massa yang berkumpul, akan beresiko tinggi untuk menjadi penyebaran wabah Covid-19.

Jika pun DPRD tetap ngotot ingin dilakukan pemilihan wagub, mantan Wapemred Harian Jakarta ini memberi saran dan solusi lain.

“Yakni, jika DPRD DKI Jakarta ingin menggelar pemilihan wagub karena mengejar masa kedaluarsa, maka Dewan harus menyepakati Rapat Paripurna secara teleconference. Lalu, teknis pemilihanya, anggota Dewan bergantian masuk Ruang Paripurna dengan perbedaan waktu 12-20 menit untuk setiap anggota DPRD pemilik suara,” sarannya.

Hal ini, terang Neta, tidak akan beresiko terhadap pengumpulan massa dan penularan wabah Covid-19.

“Anggota DPRD sebaiknya jangan menganggap enteng wabah Covid-19 ini, dan jangan berusaha menentang maklumat Kapolri dan imbauan Presiden Jokowi,” imbuhnya.

Neta menjelaskan, sikap menganggap enteng terhadap wabah Covid-19 dan sikap menentang Maklumat Kapolri serta imbauan Presiden itu sudah ditunjukan anggota Panlih Wagub DKI Jakarta S. Andyka, yang mengungkapkan tetap akan melaksanakan Rapat Paripurna Pilwagub pada Senin 6 April 2020, di tengah masa tanggap darurat Covid-19.

“Andyka mengatakan nantinya, protokol pencegahan penyebaran Covid-19 tetap diberlakukan saat hari pemilihan. Namun IPW berharap, jika itu terjadi Kapolda Metro Jaya harus membubarkannya demi menjaga wibawa Maklumat Kapolri dan Imbauan Presiden,” pungkas mantan Redpel Koran Aksi Jakarta tersebut. (Daniel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *