OTT KPK Tak Profesional, MAKI Adukan Kasus UNJ ke Dewan Pengawas

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kritik keras kinerja OTT KPK terhadap Kabag Kepegawaian Universitas Negeri Jakarta (UNJ) inisial DAN.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  berencana sesegera mungkin,   membuat pengaduan kepada Dewan Pengawas KPK atas OTT (Operasi Tangkap Tangan) tersebut.

Menurut Koordinator MAKI Boyamin Saiman,  kritik keras kepada KPK, karena kinerja dalam OTT Pegawai UNJ tidak profesional dan memalukan.

Sikap tidak profesional ini dapat dilihat dari jumlah uang yang disita, dalam OTT di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaam (Kemendikbud) hanya sebesar Rp43 juta.

Kedua, dalih tidak ada penyelenggara negara,  maka penanganan perkara diserahkan kepada Lembaga Polri.

“Untuk lembaga sekelas KPK,  harusnya levelnya bukan Kampus,  tapi pada institusi lain yang lebih besar dan menentukam hajat orang banyak, ” katanya, di Jakarta, Jumat (22/5).

Boyamin menambahkan OTT KPK ini menjadi pelajaran mahal buat KPK untuk tidak mengulangi lagi ke depan,  agar marwah KPK tetap terjaga.

“Apalagi,  kegiatan semacam ini bukan hal baru di KPK. Terlihat jelas tidak ada perencanaan dan pendalaman dengan baik atas informasi yang masuk , sehingga hasilnya hanya sejelek ini.”

DARI REKTOR UNJ?

OTT KPK kali dilakukan terhadap Kabag Kepegawaian UNJ berinisial DAN,  Rabu (20/5) beserta uang 1. 200 dolar AS dan Rp27, 5  juta.

Pegawai UNJ DAN ditangkap di Kompleks Kemendikbut,  di Jalan Jemderal Sudirman,  Jakarta.

Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto, Kamis (21/5) malam mengatakan OTT dilakukan,  setelah diperoleh informasi dari Inspektorat Jenderal (Itjrn)  Kemendikbud. Informasinya,  bakal ada penyerahan sejumlah uang dari Rektor UNJ kepada para pejabat di Kemendikbud.

Kasus berawal dari permintaan Rektor UNJ krpada jajarannya,  baik Dekan dan Lembaga dibawah naunganya,  untuk mengumpulkan uang,  masing -masing srbrssr Rp5 juta melalui Dwi,  Rabu (13/5).

Dana yang dikumpulkan secara gotong royong tersebut,  direncanakan akan diberikan kepada  Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan Staf SDM sebagai tunjangan hari raya (THR).

Dari partisipasi delapan fakultas,  ran dua lembaga penelitian serta pasca darjana Jajaran terkumpul uang sebanyak Rp55 juta, Selasa (19/5).

Sehari kemudian,  DAN membawa uang Rp37 juta dan diserahkan kepada karo SDM Kemendikbud Rp5 juta, Analis Kepegawaian Biro SDM Rp2,5 juta. Lalu,  masing-masing Rp1 juta kepada Staf SDM inisial P dan T. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *