Resensi Buku: Menghadang Corona, Advokasi Publik di Masa Pandemik

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Membaca Buku Menghadang Corona, Advokasi Publik di Masa Pandemik karya anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay diibaratkan seperti membaca sebuah dokumen sejarah.

Setiap detail peristiwa baik yang besar maupun yang kecil (kurang mendapat perhatian publik) mengenai penanganan pandemi Covid-19 ditulis secara runtut oleh sang Penulis.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyatakan, buku ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk memandang pandemi dari perspektif kritis, sekaligus memperluas cakrawala pandang kita dalam melihat persoalan pandemi beserta dampaknya.

“Buku ini akan menjadi bagian dari sumbangsih pemikiran tentang apa yang dapat kita lakukan, dan apa yang seharusnya kita lakukan dalam menangani pandemik,” tutur politisi yang akrab disapa Bamsoet ini.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) dr. Terawan Agus Putranto menyatakan, buku ini sangat layak untuk dibaca, karena isinya merangkai beberapa peristiwa penting berkenaan dengan kebijakan penanganan Covid-19.

“Mulai dari proses pemulangan WNI dari Wuhan, hingga rencana pelaksanaan new normal. Dengan begitu buku ini juga bisa menjadi dokumen catatan sejarah penanganan Covid-19 di Indonesia,” ujar dr. Terawan.

Lebih dari itu, buku yang terdiri dari 50 bab dan 200 halaman ini merupakan oase di tengah gurun tandus dalam menyelami literatur mengenai penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Pada bab-bab awal yakni bab 1-4 dijelaskan oleh penulis mengenai virus corona, bagaimana virus tersebut dapat bermutasi hingga menjadi sebuah pandemi yang mematikan, hingga mengenai ratusan tenaga kerja kita di luar negeri yang diduga telah terpapar Covid-19.

Pada bab-bab selanjutnya, yakni dari bab 5 hingga bab 30 diterangkan bagaimana awal wabah ini mulai memasuki Indonesia.

Pada bab 8 ditulis bagaimana seorang Menteri pertama di Indonesia, yakni Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dapat terpapar Covid-19.

Terpaparnya Menhub membuat kewaspadaan seluruh warga negara di tanah air tercinta ini terhadap wabah Covid-19 meningkat pesat.

Dijelaskan pula di bab 14 bagaimana pandemi ini mulai berimbas kepada keberlangsungan perekonomian Indonesia dengan gelombang PHK di sejumlah perusahaan.

Penulis juga mengungkapkan di bab 19 dalam buku ini mengapa kebijakan lockdown tidak diambil oleh Pemerintah, melainkan hanya memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saja.

Penerapan PSBB di sejumlah daerah khususnya di Ibukota Jakarta tak luput dari perhatian Penulis. Hal tersebut dapat terlihat dari analisa Penulis pada Bab 31.

Dan akhirnya wacana new normal yang diusung oleh Pemerintah Pusat di tengah masih tingginya angka penyebaran Covid-19 menjadi pemungkas bab dari buku ini. Bagaimana kesiapan kita dalam menghadapi new normal nanti dibahas tuntas dalam buku ini.

Selain beberapa hal yang disebutkan di atas, tentunya masih banyak hal dan isu penting lainnya yang ditulis oleh Penulis dengan gamblang dan objektif menurut fakta dan data yang akurat.

Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Litera ini tentunya sangat layak dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia yang saat ini tengah menghadapi ujian berupa pandemi Covid-19.

Penulis buku ini pun merupakan seseorang yang memiliki kompetensi di bidangnya, lantaran sehari-harinya berkecimpung di Komisi Kesehatan (Komisi IX) DPR RI. (Daniel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *