BPS: Oktober 2020 Terjadi Inflasi 0,07 Persen

EKBIS HEADLINE

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi sebesar 0,07 persen pada Oktober 2020 seiring dengan kenaikan harga berbagai komoditas pangan di daerah.

“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober secara umum menunjukkan adanya kenaikan,” kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Senin (2/11/2020).

Suhariyanto mengatakan kenaikan harga pangan yang mempengaruhi inflasi dalam periode ini antara lain cabai merah, bawang merah, dan minyak goreng.

Dengan terjadinya inflasi, maka inflasi tahun kalender Januari-Oktober 2020 mencapai 0,95 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 1,44 persen.

Dari 90 kota IHK, sebanyak 66 kota menyumbang inflasi dan hanya sebanyak 24 kota yang mengalami deflasi pada Oktober 2020.

Dengan terjadinya inflasi, maka terlihat mulai terjadi tren kenaikan harga, setelah selama tiga bulan berturut-turut terjadi deflasi, yaitu Juli sebesar 0,10 persen dan Agustus serta September masing-masing 0,05 persen.

Nilai Tukar Petani

BPS juga mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Oktober 2020 sebesar 102,25 atau naik 0,58 persen dibandingkan NTP pada September 2020 yakni sebesar 101,66.

“Kenaikan tersebut dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,81 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,23 persen,” kata Suhariyanto.

Dengan demikian secara nasional, kata dia, NTP Januari–Oktober 2020 sebesar 101,36 dengan nilai It sebesar 107,02 sedangkan Ib sebesar 105,58.

Pada Oktober 2020 NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami kenaikan tertinggi yakni 2,49 persen dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Banten mengalami penurunan terbesar 1,13 persen dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Pada Oktober 2020 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,24 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada sepuluh kelompok pengeluaran.

NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. (yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *