Tim Penyidik Usul Pembaharuan Sprindik, Pemeriksaan Alex Noerdin Dkk Ditunda

HEADLINE HUKRIM

Kasus Dana Hibah Sumsel Jilid II

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Pemeriksaan Alex Noerdin Dkk dalam kasus Dana Hibah (dan Bansos)  Sumsel 2013 ditunda sementara,  karena tim tengah  mengajukan pembaharuan surat perintah penyidikan (Sprindik). 

“Belum. Saya sudah cek ke Tim Penyidik-nya,” jawab Direktur Penyidikan pada Jampidsus Febrie Adriansyah saat ditanyakan soal agenda pemeriksaan,  di Kejaksaan Agung,  Senin (11/1).

Menurut Febrie, tim penyidik, yang diketuai Patris Yusrian Jaya baru mengusulkan pembaruan Sprindik-nya.

“Tim baru usul pembaharuan surat perintah (penyidikan),” kata Alumnus FH-Universitas Jambi seangkatan dengan Sarjono Turin (Kajati Sultra) dan Ranu Miharja (Eks. Kajati Babel).

Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) kasus Dana Hibah Sumsel Jilid II, Nomor :Prin 45 / F. 2 / Fd. 1/05/ 2017, ditandatangani,  15 Mei 2017.

Surat tersebut dibuat masa Jampidsus Alm. Arminsyah dan Direktur Penyidikan Warih Sadono.

Penerbitan Sprindik ini menindaklanjuti
fakfa persidangan dua terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta. Mereka mengaku hanya menjalankan perintah atasan.

Kedua terdakwa, yakni Ikhwanuddin (Kepala Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat) dan Kaban Manajemen Keuangan dan Aset Daerah Laonma Pasindka Tobing dihukum 5 tahun dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan penjara.

Kedua Eks. Petinggi Pemprov Sumsel menjadi tersangka berdasar Sprindik No:
Print-95 / F / Fd. 1/09/2015, tanggal 8 September 2016.

Dugaan kerugian negara sebesar Rp21 miliar

KASUS JIWASRAYA

Penerbitan Sprindik baru dalam penanganan kasus korupsi bukan hal baru, sebab sebelumnya sudah pernah dilalukan dalam Skandal Mega Korupsi Jiwasraya.

Dalam kasus Jiwasraya,  Kejaksaan Tinggi (Kejati)  DKI sempat menerbitkan Sprindik No:  Print- 1611 / M.1 / Fd.1 / 06/2019 tanggal 26 Juni 2019. Pelapor LSM MAKI.

Setelah penanganan kasus diambil alih Kejaksaan Agung, maka diterbitkan Sprindik baru No:  PRINT-33/F.2/Fd.2/12/2019 tertangal 17 Desember 2019. Pelapor Mantan Meneg BUMN Rini Suwandi.

Dalam kasus Jiwasraya, Heru Hidayat dan Lima terdakwa lain berhasil dibuktikan dan semua divonis seumur hidup.

“Hal itu bukan sesuatu esensial, meski tetap penting. Yang sangat esensial Kejagung mau buka dan tuntaskan perkara,” tutur Koordinator MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ) Boyamin Saiman secara terpisah.

Boyamin bersama teman-teman Pegiat Anti Korupsi sempat mempraperadilkan penghentian  “sementara” kasus Dana Hibah sampai 9 kali.

“Jujur,  saya sangat apresiasi dan respek terhadap kebijakan Gedung Bundar, ” akhirinya. (ahi)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *