Sindikat Pencurian Mobil Dibongkar Polsek Balaraja, Kapolresta Tangerang: Mobil Curian Dimutilasi

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Sindikat pencurian mobil dibongkar Unit Reskrim Polsek Balaraja Polresta Tangerang. Tiga pelakunya ditangkap, salah satunya ketika digerebek kedapatan sedang nyabu di kontrakannya. Mobil hasil kejahatan sebagian besar dipereteli alias dimutilasi oleh pelaku.

Menurut Kapolresta Tangerang Polda Banten, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, kasus pencurian mobil itu terungkap tidak kurang dari 24 jam. Dijelaskannya, penangkapan ketiga pelaku HR (27), Y (17) dan KS (40) berawal dari laporan korban bernama Karnen (43) dikenal sebagai penjual tahu bulat. Ayah tiga anak itu melaporkan mobil pick up miliknya hilang saat diparkir di Kampung Tegal Indah, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Jumat (8/1/2021).

“Pemilik bersama saksi Aji (37) sopirnya melapor ke Polsek Balaraja, Jumat Pk 09:00 WIB,” jelas Wahyu saat merilis pengungkapan kasus tersebut didampingi Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi dan Kapolsek Balaraja, Kompol Teguh Kuslantoro,  Senin (11/1/2021) siang.

Dituturkan kapolres, menerima laporan itu Unit Reskrim Polsek Balaraja melakukan penyelidikan dan pengembangan. Berkat perangkat GPS yang terpasang di kendaraan milik Karnen, polisi berhasil menemukan keberadaan mobil itu. di daerah Maja, Kabupaten Lebak, Banten.

Masih menurut kapolres, selanjutnya dipimpin Kanit Reskrim Polsek Balaraja Ipda Jarot Sudarsono dari pengejaran itu berhasil mengamankan 1 orang laki-laki berinisial IF berusia 23 tahun yang diduga menjadi penadah mobil curian.”Dari keterangan IF, hasil pengembangan menangkap tersangka HR di daerah Jasìnga, Bogor, Jawa Barat. Kemudian secara berturut-turut meringkus KS dan Y di lokasi yang sama. Salah satu tersangka ketika digerebek kedapatan sedang nyabu.

“Di kediaman HR anggota kami menemukan barang bukti kunci leter T, senjata angin jenis senjata serbu, senjata airgun model glock, 31 butir amunisi kaliber 5,56 x 45 milimeter, cerulit, dan golok,” sebut Wahyu lagi.

Pengakuan HR,  senjata airgun jenis PCP itu dibelinya di toko online pada tahun 2018. Senjata itu, menurut tersangka, digunakan untuk berburu. Sedangkan  31 butir amunisi dan 3 butir slongsong peluru kaliber 5.56 diakui tersangka didapat dari rekannya. Selain mengamankan 24 plat nomor kendaraan diduga hasil kejahatan. Satu unit mesin potong, 2 mesin angin, dan 3 tabung gas. Kendaraan yang sudah dipereteli pun diamankan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan,  Polda Banten mengapresiasi pengungkapan kasus yang tidak sampai 24 jam. “Pengungkapan kasus ini menunjukkan komitmen petugas kepolisian dalam menindaklanjuti laporan masyarakat,” cetusnya. Edy menambahkan, kendaraan pick up tersebut oleh Polsek Balaraja, dipinjam pakai kepada pemiliknya karena untuk dipakai berjualan tahu bulat.( Warto)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *