Ini Penjelasan Pengelola Apartemen Green Pramuka Soal Prostitusi Online

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA : Pengelola Apartemen Green Pramuka City mengaku adanya praktik prostitusi online melalui aplikasi MeChat karena banyak unit yang disewakan secara harian oleh pemilik melalui broker tidak resmi.

“Sering kali pemilik tidak mengetahui bahwa unitnya disewakan secara harian,” kata Head of Communications Green Pramuka City Lusida Sinaga, Rabu (12/1/2021).
Lusida menjelaskan, Green Pramuka City juga memiliki agen resmi dalam hal penyewaan. Namun, agen resmi itu tidak menyewakan secara harian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, baik untuk kegiatan prostitusi maupun aktivitas lain yang dapat menimbulkan keresahan. Namun, pengelola tak bisa memaksa pemilik unit apartemen untuk menggunakan agen resmi. Untuk itu, ke depannya pihak pengelola akan rutin memberi imbauan kepada pemilik agar berhati-hati menyewakan unit milik mereka.
“Kami juga akan menginformasikan kepada para broker tidak resmi akan aturan-aturan penyewaan harian yang juga sudah tercantum di house rules,” ujar Lusida.
Aturan itu di antaranya menyebutkan bahwa penyewa wajib lapor 1×24 jam, menyerahkan KTP, atau paspor dan visa untuk WNA. “Kami juga akan mendata broker-broker bermasalah dan menindaklanjuti mereka ke Polsek,” ujarnya.
Diketahui, pada Senin (11/1/2021), polisi membongkar kasus prostitusi online di Apartemen Green Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kasus ini terungkap berkat laporan warga. Total ada delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka karena menjadi muncikari dalam praktik prostitusi di apartemen tersebut. Polisi juga mengamankan 47 orang, terdiri dari 24 laki-laki dan 23 perempuan yang melakukan praktik prostitusi. Namun, mereka tak dijerat pidana karena bukan sebagai muncikari atau perantara. Setelah diamankan, mereka diserahkan ke dinas sosial untuk dilakukan pembinaan.
Lucida mengungkapkan sangat mengapresiasi kinerja Polsek, Kecamatan dan Koramil serta pihak terkait lainnya yang cepat tanggap dalam bekerjasama dengan pihak pengelola Green Pramuka City. Pihak pengelola secara rutin memonitoring aktivitas prostitusi online di media sosial, pergerakan di lapangan dan juga laporan dari penghuni apartemen.
“Ke depannya, kami akan terus melakukan kerjasama dan sidak bersama pihak-pihak terkait untuk kepentingan keamanan dan kenyamanan hunian Green Pramuka City. Selain dengan 3 Pilar, kami juga menandatangani kerjasama dengan BNN dalam masalah narkoba serta pihak Imigrasi dan Polres dalam masalah WNA ilegal,” ucap Lusida. (yok)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *