Pemeriksaan Skandal Pelindo II Masih Berkutat Saksi

HEADLINE HUKRIM

Executive Secretary PT. HPI Diperiksa

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Lagi, Executive Secretary PT. Hutchison Port Indonesia (HPI)  Siska Anggraeni diperiksa Skandal Pelindo II, yang diduga merugikan negara sekitar Rp4,08 triliun. 

Namun, usai pemeriksaan di Gedung Bundar,  Kejaksaan Agung belum ada perubahan status dari saksi.

Padahal, pemeriksaan ini kedua kali dilakukan. Pertama, Kamis (10/12).

Sampai kini juga,  belum ada satu pun pihak dari PT. Pelindo II,  PT. JICT dan PT. HPI yang dicegah ke luar negeri.

Hutchison Ports Indonesia anak perusahaan asal Hongkong PT Hutchsion Ports Holding (HPH) milik Taipan Li Ka Shing,   menguasai 51 persen saham  PT JICT.

Skandal Pelindo II terkait Perpanjangan Kerjasama Pengoperasian dan Pengelolaan Pelabuhan PT. Pelindo II.

Dalam hal ini,  Kerjasama Usaha dengan PT. JICT (Jakarta Internatiinal Container Indonesia) pada PT. Pelindo (Pelabuhan Indonesia).

ALAT BUKTI

Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan pemeriksaan guna mencari serta fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana yang terjadi.

“Pidana dimaksud,  dalam proses perpanjangan kerjasama pengoperasian dan pengelolaan pelabuhan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero),” katanya,  Selasa (12/1) malam.

Sesuai dengan SOP Penanganan Perkara,  hasil pemeriksaan akan dibawa ke forum Ekspose (Gelar Perkara) guna menentukan tersangka.

Sebelum ini,  Kejagung telah memeriksa para pengurus PT. HPI,  seperti  HRA Manager Ratih Nilamsari Suardi, Kamis (12/10), IR (Karyawan PT. HPI), Selasa (5/1).

NYARIS  LENGKAP

Pemeriksaan terhadap Pengurus PT. HPI dilakukan guna membuat terang perkara. Sebab,  dua bukan terakhir hampir semua pihak terkait diperiksa, mulai dari Manajemen PT. Pelindo II,  PT. JICT dan pihak terkait lain.

“Ikuti saja. Tidak butuh waktu lama guna menetapkan tersangka, ” sebut sebuah sumber sembari menunjuk intensifnya pemeriksaan paska tahun baru, di Kejaksaan Agung secara terpisah.

Senin (11/1) telah diperiksa  Direktur Teknik PT. Pelindo II  Dani Rusli Utama. Ia salah satu Jajaran Direksi PT. Pelindo II,  yang dilantik 2 Maret 2020 lalu.

Sebelum ini, Kejagung memeriksa ADS (Staf Dirut PT. Pelindo II,  Kamis (7/1). Lalu,  Rabu (6/1) diperiksa FN (Kuasa Direktur PT. Akses Karya Indonesia), HSJ ( Direktur Komersial dan Administrasi PT. JICT Tahun 2019) dan WSW ( Presiden Komisaris PT. JICT).

Jauh sebelumnya, Mantan Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Periode 2016 Bay Mukhamad Hassani, Kamis (17/12/2020) bersama  Seto Baskoro (Senior Manager Hukum PT. Hutchison) dan Johny Tjea (Konsultan pada  PT. BMT Asia Pasific Indonesia).

Pemeriksaan pertama Bay,  Selasa (1/12) bersama  Direktur Komersil PT. Pelindo II 2011- 2014 Saptono R. Rianto dan Ferialdi Noerlan (Direktur PT. Pelindo II 2012 -2014.

Dua orang terakhir,  sempat menjadi tersangka kasus Crane,  di Mabes Polri.

KASUS POSISI

Kasus diduga berawal berakhirnya kontrak pengelolaan pelabuhan peti kemas PT. JICT,   27 Maret 2019.

Namun,  yang terjadi kontrak Hutchison asal Hongkong diperpanjang sampai 2039 sejak 2015.

Serikat Pekerja JICT menemukan dugaan aneka kejanggalan dan pelanggaran, Senin (1/4/2019) dan sangat merugikan negara hingga Rp4, 08 triliun lebih.

Mulai,  klaim saham Pelindo II atas JICT sebesar 51 persen, 5 Agustus 2014.

Sebaliknya,  Dirut PT.  JICT Dani Rusli dihadapan Pansus Pelindo ungkap saham Pelindo II baru 48,9 persen. Dirut PT. Pelindo (saat itu)  RJ. Lino. (ahi)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *