Cari Tersangka, Eks. Direktur Keuangan PT. Pelindo II Dian M. Noer Diperiksa 

HEADLINE HUKRIM

Pernah Menolak Perintah RJ. Lino

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Lagi,  Jajaran Direksi PT. Pelindo II diperiksa maraton  guna mencari tersangka Skandal Mega Korupasi Pelindo II.

Jajaran Direksi PT. Pelindo II dimaksud,  adalah Mantan Direktur Keuangan Periode 2009 – 2012 Dian M. Noer.

Namun,  hingga usai pemeriksaan belum ada satu pun ditetapkan sebagai tersangka dan atau dicegah bepergian ke luar negeri.

“Statusnya  sebagai saksi,” kata Leonard Even Ezer Simanjuntak, Kapuspenkum dalam keterangannya,  di Jakarta, Rabu (13/1) malam.

Menurut dia,  pemeriksaan masih dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan barang bukti terkait peristiwa yang terjadi.

Dalam hal ini,  proses perpanjangan kerjasama pengoperasian dan pengelolaan pelabuhan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero).

“Jadi,  masih mencari fakta hukum dan mengumpulkan barang bukti, ” ucapnya tanpa menyinggung tentang kapan penetapan tersangka.

Berbeda dengan SOP Skandal Jiwasraya,  Cegah,  tetapkan Tersangka dan Tahan dalam waktu kurang satu bulan.  Enam tersangka atas nama Hary Prasetyo bahkan divonis seumur hidup.

Bersamaan dengan Dian M. Noer,  turut diperiksa Executive Secretary PT. Hutchison Ports Indonesia (HPI) inisial RNU.

Dari data yang dimiliki,  Executive Secretary PT. HPI bukan RNU melainkan Siska Anggraeni, yang telah diperiksa Selasa (12/1) dan Kamis (10/12).

Inisial RNU mengacu kepada Ratih Nilamsari Suardi selaku HRA Manager dan telah diperiksa,  Kamis (10/12).

Dalam keterangan tertulis tidak disebut alasan penyebutan inisial untuk saksi. Sebutan inisial,  kelaziman untuk tersangka terkait asas praduga tidak bersalah.

“Harusnya demikian,  demi asas keterbukaan publik. Apalagi ini saksi. Lha Wong untuk tersangka saja disebut nama lengkap,” tanya Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman, Kamis (14/1).

Hutchison Ports Indonesia anak perusahaan asal Hongkong PT Hutchsion Ports Holding (HPH) milik Taipan Li Ka Shing,   menguasai 51 persen saham  PT JICT.

Kasus Pelindo II disebut skandal,  karena dugaan kerugian negara mencapai Rp4, 08 triliun.

Skandal Pelindo II terkait Perpanjangan Kerjasama Pengoperasian dan Pengelolaan Pelabuhan PT. Pelindo II.

Dalam hal ini,    Kerjasama Usaha dengan PT. JICT (Jakarta International Container Indonesia) pada PT. Pelindo (Pelabuhan Indonesia).

DIAN M. NOER

Nama direktur keuangan ini sempat menghiasi berita terkait sikap tegas dalam penggadaan Quay Container Crane, 2010.

Atas sikap tegasnya,  tidak membayar kepada PT. Wuxua Hua Dong Heavy Machinery asal Cina, Dian M. Noer dicopot dari jabatan oleh Dirut PT. Pelindo II (saat itu)  RJ. Lino.

Alasannya saat itu,  proyek tersebut tidak memiliki payung hukum.

Kasus memuncak, Dian diperiksa KPK, Selasa (5/1/2016). Dian mengaku kepada Pers pemeriksaan terkait penolakan pembayaran penggadaan Quay Container Crane.

Usai pemeriksaan Dian menambah daftar panjang Direksi dan Mantan Direksi PT. Pelindo II,  PT. JICT,  PT. Hutchison Ports Indonesia dan pihak terkait yang diperiksa.

Mulai, Direktur Teknik PT. Pelindo II Dani Rusli Utama diperiksa,  Senin (11/1), ADS (Staf Dirut PT. Pelindo II,  Kamis (7/1).

Kemudian, Rabu (6/1) diperiksa FN (Kuasa Direktur PT. Akses Karya Indonesia), HSJ ( Direktur Komersial dan Administrasi PT. JICT Tahun 2019) dan WSW ( Presiden Komisaris PT. JICT).

Jauh sebelumnya, Mantan Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Periode 2016 Bay Mukhamad Hassani, Kamis (17/12/2020) bersama  Seto Baskoro (Senior Manager Hukum PT. Hutchison) dan Johny Tjea (Konsultan pada  PT. BMT Asia Pasific Indonesia).

Pemeriksaan pertama Bay,  Selasa (1/12) bersama  Direktur Komersil PT. Pelindo II 2011- 2014 Saptono R. Rianto dan Ferialdi Noerlan (Direktur PT. Pelindo II 2012 -2014.

Dua orang terakhir,  sempat menjadi tersangka kasus Crane,  di Mabes Polri.

KASUS POSISI

Kasus diduga berawal berakhirnya kontrak pengelolaan pelabuhan peti kemas PT. JICT,   27 Maret 2019.

Namun, yang terjadi kontrak Hutchison asal Hongkong diperpanjang sampai 2039 sejak 2015.

Serikat Pekerja JICT menemukan dugaan aneka kejanggalan dan pelanggaran, Senin (1/4/2019) dan sangat merugikan negara hingga Rp4, 08 triliun lebih.

Mulai,  klaim saham Pelindo II atas JICT sebesar 51 persen, 5 Agustus 2014.

Sebaliknya, Dirut PT.  JICT Dani Rusli dihadapan Pansus Pelindo ungkap saham Pelindo II baru 48,9 persen. Dirut PT. Pelindo (saat itu)  RJ. Lino. (ahi)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *