Inter Milan Kalahkan AC Milan, Ibrahimovic Kartu Merah

HEADLINE SPORT

JAKARTANEWS.ID – GIUSEPPE MEAZZA: Inter Milan melangkah ke semifinal Coppa Italia 2020-2021 usai membungkam rival sekotanya, AC Milan. Nerazzurri menang tipis 2-1 atas AC Milan di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (26/1/2021) atau Rabu dini hari WIB.

Inter Milan memenangi Derby Della Madonnina pada perempat final Coppa Italia. Pasukan Antonio Conte tertinggal lebih dulu oleh gol Zlatan Ibrahimovic pada menit ke-31.

Romelu Lukaku kemudian membuat Inter Milan menyamakan kedudukan lewat gol penaltinya pada menit ke-71. Inter Milan akhirnya memastikan kemenangan melalui gol tendangan bebas Christian Eriksen pada masa injury time (90+7′).

Pelatih AC Milan Stefano Pioli menilai bahwa kartu merah Ibrahimovic mengubah jalannya pertandingan Inter Milan vs AC Milan pada perempat final Coppa Italia.

Kartu merah Zlatan Ibrahimovic mewarnai laga Inter Milan vs AC Milan di Stadion Giuseppe Meazza.

Penyerang asal Swedia itu diusir ke luar lapangan oleh wasit Paolo Valeri pada menit ke-58 usai melanggar Aleksandar Kolarov.

Ibrahimovic menerima kartu merah tidak langsung. Dia sebelumnya sudah diganjar kartu kuning pada pengujung babak pertama usai berselisih dengan Romelu Lukaku.

Stefano Pioli menilai bahwa diusirnya Ibrahimovic mengubah peruntungan timnya pada laga tersebut.

“Situasinya berpengaruh, karena kartu kuning pertama, kemudian mendapat kartu kuning yang kedua,” ucap Pioli, seperti dikutip dari Football Italia.

“Kartu kunig kedua Ibrahimovic adalah keinginannya untuk membantu tim. Dia bisa saja lebih tenang, tetapi itulah yang terjadi,” imbuhnya.

Bermain dengan 10 orang membuat Rossoneri kelimpungan menghadapi dominasi pasukan Antonio Conte.

“Bermain dengan 10 orang jauh lebih rumit dan kami juga naif dengan melakukan pelanggaran yang berujung penalti,” ucap Pioli.

“Jika saja masih 11 lawan 11, laga lebih terbuka untuk hasil apa pun, apalagi kami unggul 1-0,” imbuhnya.

Pioli jelas kecewa karena pasukannya kehilangan satu kesempatan untuk meraih trofi musim ini.

Namun, pelatih 55 tahun itu tak mau larut dalam kegagalan. Dia merasa percaya diri untuk laga-laga selanjutnya.

“Saya meninggalkan kekalahan ini dengan perasaan jauh lebih positif dan percaya diri tentang masa depan kami daripada setelah pertandingan Atalanta,” ucapnya. (Amin)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *