Memahami dan Memgimplementasikan ETLE yang Presisi

HEADLINE OPINI

Oleh: Chryshnanda Dwilaksana

ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) merupakan suatu upaya mewujudkan lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar. ETLE selain sebagai upaya penegakkan hukum juga untuk membangun peradaban melalui program Pesisi.

Membangun penegakkan hukum dengan sistem elektronik atau ETLE memerlukan pemahaman dan pemgetahuan serta kebijakkan yang konsisten.

Dengan demikian untuk memahami implementasi ETLE antara lain dengan memahami :

1. Amanat UU tentang Kepolisian Negara RI, UU LLAJ, UU ITE dll secara garis besar adalah untuk mewujudkan dan memelihara lalu lintas yg aman selamat tertib dan lancar. Meningkatnya kualitas keselamatan dan memurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan. Terbangun budaya tertib berlalu lintas dan mampu mwmberikan pelayanan prima kepada masyarakat di bidang LLAJ.

2. RUNK yang berkaitan dengan sistem manajemen lalu lintas, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselmatan, pengguna jalan yang berkeselamatan dan penanganan pasca terjadi kecelakaan.

3. Tugas tanggung jawab wewenang dan fungsi polisi menangani lalu lintas: edukasi, rekayasa lalu lintas, penegakkan hukum, registrasi dan identifikasi, pusat K3I sebagai central operation room, analisa dampak lalu lintas, sinergitas antar pemangku kepentingan (traffic board), korwas PPNS.

4. Spirit penegakkan hukum: upaya pencehahan, pelayanan perlindungan pengayoman kepada korban dan pemcari keadilan, membangun budaya tertib berlalu lintas, kepastian, edukasi.

5. Birokrasi dan budaya organisasi Polri yang implementasinya melalui pemolisian yang menunjukkan sebagai pelayan pelindung dan pemgayom masyarakat serta sebagai aparat pemegak hukum.

6. Kebijakan pimpinan Polri melalui PRESISI (prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan).

7. KUHAP dan KUHP memahami azas-azasnya sebagai landasan proses penyelidikan penyidikan penuntutan hingga peradilannya.

8. Sinergiyas dengan para criminal justice system.

9. Kemitraan dengan para pemangku kepentingan lainnya dalam membangun soft power dan dukungan implementasinya.

10. Corak masyarakat dan kebudayaannya agar tujuan dari penegakkan hukum dapat tercapai dan tujuan lalu lintas aman selamat tertib lancar juga tercapai.

11. Era digital atau era revolusi industri 4.0 dalam mwngimplementasikan Etle berbasis pd back office, aplication yang berbasis artificial intellegent dan net working yang berbasis internet of things.

12. Model implementasi dan sistem-sistem pendukungnya dibangun TAR (traffic attitude record) dan de merit point system.

13. Monitoring dan evaluasinya ada tim transformasi.

14. Penerapan pada pilot project dan pola pengembangannya.

ETLE itu cara bukan tujuan. Keberhasilan ETLE ditunjukkan dalam algoritma yang berupa info grafis, info statistik, info virtual yang dapat diakses secara real time dan any time sebagai prediksi atas situasi kondisi lalu lintas pada tingkat keamanannya, keselamatannya, kelancarannya maupun ketertibannya.

Di dalam algoritma dari hasil pengumpulan data/recognize system dapat dianalisa sebagai indeks dan langkah-langkah antisipasinya sebagai solusinya. (*)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *