Kendaraan Bermotor Dilarang Lewat, Kota Tua Diberlakukan Sebagai Kawasan Rendah Emisi 

HEADLINE MEGAPOLITAN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta akan memulai menerapkan kebijakan Low Emission Zone (LEZ) atau Kawasan Rendah Emisi di Kawasan Wisata Kota Tua. Artinya,  kawasan tersebut tertutup bagi kendaraan bermotor, baik roda dua, empat ataupun lebih, kecuali bus Transjakarta.  

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo. “Pada kebijakan tahap kedua ini, penerapan LEZ akan dilakukan selama 24 jam nonstop,” ujarnya,  Jumat (5/2). Adapun kawasan LEZ tahap dua,  lokasinya masih sama dengan tahap satu yaitu Jl. Pintu Besar Utara – Jl. Kalibesar Barat sisi Selatan – Jl. Kunir sisi Selatan – Jl. Kemukus – Jl. Ketumbar – Jalan Lada. “Kendaraan pribadi, angkutan barang, dan angkutan umum non TJ tidak diperkenankan melalui ruas jalan LEZ, dengan pengecualian yang telah diatur,” tambahnya.

Syafrin menambahkan, pada tahap ketiga nanti, ketika Jl. Lada sisi selatan telah mulai dibangun menjadi Pedestrian Plaza, maka arus lalu lintas dialihkan melalui Jl. Lada sisi Selatan Bank Mandiri. Serta tahap lanjutan, Jl. Pintu Besar Utara – Jl. Kalibesar Barat sisi selatan – Jl. Kunir sisi selatan – Jl. Kemukus – Jl. Ketumbar – Jl. Lada sisi utara – Jl. Lada selatan Bank Mandiri – Jl. Pintu Besar Selatan.

Untuk diketahui, pengecualian diberikan kepada kendaraan yang telah lulus uji emisi dengan stiker bagi kendaraan tertentu yang operasionalnya tidak dapat digantikan dengan kendaraan lain. Sementara, untuk kegiatan loading dan unloading logistik dipusatkan di Jl. Kalibesar Timur sisi selatan. “Kebijakan LEZ tahap kedua ini akan diberlakukan mulai Senin pekan depan. Pengendara yang melanggar akan dikenakan tindakan tegas,” tandas Syafrin.

Sebelumnya, uji coba  LEZ tersebut telah dilakukan pada 18 Desember 2020 pukul 9 pagi, hingga 23 Desember 2020. Kebijakan LEZ diberlakukan di Kawasan Kota Tua karena kawasan ini merupakan lokasi objek revitalisasi kawasan besar dengan demand pariwisata tinggi. Konsep penataan yang baik akan semakin mendorong masyarakat semakin tertarik untuk mengunjungi Kawasan Kota Tua. Selain itu, dengan tingginya aktivitas masyarakat di dalam Kawasan Kota Tua, maka jaminan penyediaan kualitas udara yang baik menjadi mandat yang perlu dilaksanakan Pemerintah. Kualitas udara yang baik juga ikut melindungi kondisi bangunan cagar budaya yang banyak terdapat di kawasan wisata Kota Tua. (joko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *