Firman Soebagyo Minta Aparat Penegak Hukum Usut Tuntas Kasus Penyelundupan Pupuk di Blora

HEADLINE PARLEMEN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo merasa geram dengan terungkapnya penimbunan belasan ton pupuk bersubsidi di wilayah Blora yang baru saja dibongkar oleh pihak kepolisian.

Firman pun mengaku, dirinya tak merasa heran ketika mengetahui kabar ada belasan ton pupuk subsidi dimanipulasi oleh mafia pupuk dengan memanfaatkan situasi dan kondisi masyarakat kelangkaan pupuk dan sedang dihadapkan berbagai musibah seperti ini. “Bahwa ini sesuatu yang tidak mengejutkan lagi karena sudah sering terjadi manipulasi pupuk subsidi yang dijadikan pupuk non-subsidi oleh para mafia pupuk, dan ini terjadi di beberapa wilayah Indonesia,” kata Firman, Jumat (12/2/2021).

Menurut Firman, hal seperti ini tidak hanya terjadi di Blora saja, namun pada hakekatnya pupuk subsidi itu adalah untuk kepentingan rakyat kecil, petani tidak mampu dan membutuhkan pupuk dengan harga murah sehingga pemerintah membuat kebijakan pupuk bersubsidi. “Namun faktanya pupuk subsidi untuk petani kurang mampu ini jadi rajahan mafia pupuk selama ini. Apalagi dalam situasi masyarakat sedang ditimpa berbagai musibah seperti pandemi Covid-19 dan bencana banjir di mana-mana, ini masih saja ada mafia pupuk bermain-main,” ujar politisi senior Partai Golkar ini.

Firman menilai, kasus seperti ini jangan dianggap sepele oleh semua pihak, karena patut diduga kejadian di Blora yang dibongkar polisi ini ada indikasi keterlibatan banyak pihak diduga dimainkan oleh mafia pupuk bersubsidi. “Beberapa tahun lalu juga pernah ditemukan di Kabupaten Grobogan sewaktu saya menjadi pimpinan Komisi IV dalam sidak,” ungkapnya.

Apalagi, lanjut Firman Soebagyo, dari sidaknya itu sangat mengejutkan yakni adanya pengoplosan pupuk subsidi menjadi pupuk non subsidi tersebut dengan diback up oleh oknum aparat penegak hukum setempat. “Oleh karena itu berdasarkan pengalaman ini saya meyakini pasti ada keterlibatan banyak pihak sehingga mata rantai mafia pupuk subsidi ini tidak bisa dibiarkan dan harus diberantas secara tuntas dari hulu sampai hilir,” tegas legislator asal Dapil Jateng 3 ini.

Firman menjelaskan, kasus penimbunan pupuk subsidi di Blora harus menjadi perhatian serius dari PT Pupuk Indonesia dan para produsen pupuk semua adalah BUMN. “Karena itu ini harus segera dilakukan audit kinerja dan audit invertigasi ke seluruh distributor agar segera terbongkar di mana masalahnya dan segera dilakukan perbaikan dan produsen sebagai BUMN mendapat penugasan melaksanakan program pupuk subsidi harus turut bertanggung jawab program pupuk subsidi menacapai Rp 25,6 triliun ini harus benar tepat sasaran, tepat guna tepat harga, tepat mutu dan tepat waktu,” imbuh anggota Baleg DPR RI ini.

Lebih lanjut, Firman pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Apalagi jika benar ada oknum pejabat atau aparat penegak hukum yang terlibat, maka harus diberikan sanksi dan hukuman yang seberat-beratnya dan harus ditindak tegas,” pungkas Firman Soebagyo.

Sebelumnya diberitakan, Polres Blora berhasil membongkar penimbunan belasan ton pupuk bersubsidi yang dijual di atas HET. Penggerebekan dipimpin langsung Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama, Rabu (10/2/2021).

Sebanyak 14,95 ton disimpan di gudang polowijo milik Ngadiman (50), warga Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Daniel)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *